Senin, 16 September 2013

Tekanan Kompetisi Bisa Menggiring Wasit Bunuh Diri

Tekanan Kompetisi Bisa Menggiring Wasit Bunuh Diri
Kompetisi Liga Inggris begitu padat dan ketat sehingga berpotensi membuat siapa saja yang terlibat tertekan. Bukan hanya pemain dan pelatih, wasit pun termasuk pihak yang sering terkena depresi di Liga Inggris.
Mark Halsey, seorang pensiunan wasit di Liga Inggris, mengatakan bahwa saat ini tekanan terhadap wasit semakin kuat, dan tidak hanya terjadi di dalam lapangan hijau tapi juga merambah sampai kehidupan pribadinya di luar lapangan. Begitu kuatnya tekanan itu sehingga bukan tak mungkin akan mendorong seorang wasit mengambil keputusan bunuh diri.
"Tidak ada tempat bersembunyi di dalam lapangan sehingga mental kami harus kuat. Parahnya masalah itu megikuti kami keluar lapangan, dan lama-lama akan membuat diri kami hancur," katanya seperti dilansir Mirror yang mengutip dari The Sun.
Tak jarang wasit mendapat ancaman dari pemain dan pelatih. Dia mencontohkan pemain tengah Chelsea, Jon Obi Mikel, yang mengancam wasit Mark Clattenburg.
"Saya patahin kaki kamu," kata Mikel pada 28 Oktober 2012.
Halsey sendiri memutuskan pensiun dari kariernya sebagai wasit pada akhir musim lalu. Padahal dia sudah menekuni profesi ini sejak pertengahan era 1990-an.
"Para wasit itu harus segera mendapat bantuan untuk mencegah keruntuhan mental. Kalau kita tak cepat-cepat membantu masalah kejiwaan wasit, maka kita akan mendengar kasus bunuh diri wasit," kata Halsey yang membuat buku otobiografi soal kariernya sebagai wasit, bertajuk Added Time.
Nama Halsey sempat sangat kondang di Inggris, menyusul pengakuannya bahwa dia sering saling berkirim pesan dengan sir Alex Fergusson saat masih menjadi pelatih Manchester United. Mereka membicarakan kasus Mikel itu, dan meminta Fergusson membela Clattenburg.
Hanya saja pengakuan ini membuat organisasi pengawas pertandingan melarang wasit berbincang-bincang dengan pelatih, untuk mengindari dugaan main mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar