Rabu, 18 September 2013

Peta Kekuatan Grup H Liga Champions Musim 2013/14


Ketika undian mempertemukan Barcelona, AC Milan, Ajax Amsterdam dan Glasgow Celtic dalam satu grup di babak penyisihan Liga Champions, banyak yang sepakat menyebut grup ini sebagai grup maut. Bukan tanpa alasan, keempat tim memiliki nama besar karena mereka pernah memenangi turnamen ini. Diantara keempatnya, Milan muncul sebagai pengoleksi gelar terbanyak dengan 7 gelar, disusul Ajax (empat gelar), Barcelona (tiga gelar) dan Celtic (satu gelar). 

Milan dan Ajax tercatat sebagai dua dari lima klub pemegang trofi asli dan Badge of Honour. Milan memperolehnya karena telah memenangi lebih dari lima gelar, sementara Ajax meraihnya berkat keberhasilan meraih tiga gelar beruntun tahun 1971, 1972 dan 1973. Tiga klub lainnya yang menyandang status kehormatan ini adalah Real Madrid, Liverpool dan Bayern Muenchen.

Pertarungan keempatnya bakal berlangsung alot. Meski prestasi Barcelona dalam lima tahun ke belakang lebih mentereng ketimbang tiga lawan mereka, namun perjalanan mereka kali ini tidak akan mudah. Musim lalu, baik Milan maupun Celtic berhasil mencuri masing-masing satu kemenangan atas Blaugrana. Hal ini membuktikan dua hal bahwa persaingan akan tetap terbuka dan beberapa tim sudah menemukan cara untuk mengalahkan Barcelona.

Milan dan Barcelona adalah lawan yang tidak asing. Dalam dua musim terakhir, dua tim ini berjumpa enam kali dengan Barcelona memenangi tiga laga diantaranya sementara Milan mampu mencuri satu kemenangan. Di babak 16 besar musim lalu, Milan mampu menundukkan Barca dua gol tanpa balas di San Siro, namun kemudian Barca membalas dengan kemenangan telak 4-0 saat ganti menjamu Milan di Camp Nou.

Sementara Ajax dan Celtic tentu tidak ingin sekadar menjadi pemanis. Mereka berdua dihuni oleh barisan skuat muda. Situs Transfermarkt merilis data rataan usia skuat Ajax adalah 24,5 tahun, sementara Celtic 25,5. Barisan pemain-pemain muda bertalenta ini siap merepotkan skuat Milan (rataan usia 27,8) maupun Barcelona (26,6) yang lebih berpengalaman.

Prediksi Singkat


Barcelona tetap kandidat terdepan jawara grup ini. Permainan cepat tiki-taka masih sulit dibendung ketiga calon lawan mereka. Di samping masih tajamnya Messi, Barca juga didukung barisan gelandang yang piawai mengalirkan bola seperti Xavi Hernandez, Sergio Busquets dan Andres Iniesta. Pembelian Neymar juga akan membuat sengatan Barca kian menakutkan.

Barcelona tentu penasaran dengan kejuaraan ini, terlebih musim lalu mereka dihajar Bayern Muenchen dengan agregat 0-7 di babak semi final. Mereka mendapat ujian berat saat akhir musim lalu Tito Vilanova mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Gerardo “Tata” Martino kini memiliki agenda besar untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menghadirkan pencapaian yang lebih baik.

Tantangan serius muncul dari Milan, yang musim ini telah melakukan serangkaian perbaikan pada skuat mereka. Kembalinya Ricardo Kaka adalah bukti keseriusan mereka memperbaiki prestasi. Milan juga dapat berharap barisan pemain muda mereka seperti Mattia De Sciglio, Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy melanjutkan performa gemilang mereka. Hasil pertemuan antar Milan dan Barca akan sangat menentukan. Dengan seringnya mereka bertemu, Milan seharusnya telah mengantongi formula untuk menangkal tiki-taka Barcelona. 

Langkah Milan untuk meloloskan diri dari grup ini sebenarnya tidak ringan. Mereka kerap kesulitan menghadapi lawan berkarakter cepat dan bertenaga seperti Celtic dan Ajax. Di babak kualifikasi, Milan sempat dibuat kesulitan oleh permainan cepat PSV Eindhoven yang diisi oleh skuat muda. Baik Ajax maupun Celtic dapat mengoptimalkan kecepatan yang mereka miliki untuk menghadapi Milan yang mengandalkan ball possession namun kalah dalam kecepatan.

Baik Barca maupun Milan harus mewaspadai ancaman Ajax dan Celtic, dua tim yang ditangani pelatih muda berbakat eks pemain mereka, Frank De Boer dan Neil Lennon. Meski belakangan prestasi kedua tim ini masih belum menonjol di Eropa, namun dengan strategi yang tepat dan determinasi yang tinggi, bukan tidak mungkin mereka akan merepotkan. Celtic misalnya, musim lalu gol telat Tony Watt mampu menamatkan perlawanan Barcelona di Celtic Park. Determinasi dan ketahanan fisik khas Britania yang dimiliki The Bhoys patut diwaspadai oleh para seniman dari Barca. 

Sementara bagi Ajax, sangat disayangkan mereka harus kehilangan Christian Eriksen dan Toby Alderweireld. Keduanya meninggalkan tim pada penghujung bursa transfer ke Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid. Ajax tidak melakukan pembelian untuk menambal kepergian mereka, hal yang tentu saja melemahkan tim dan mengurangi peluang mereka untuk lolos dari penyisihan grup. Asa mereka kini berada Siem De Jong, Daley Blind dan juga kepiawaian pelatih Frank De Boer. De Boer, mantan bek yang telah memberi tiga gelar juara domestik beruntun ini dianggap sebagai salah satu pelatih paling potensial di Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar