Minggu, 16 Maret 2014

PSSI Minta Kepolisian Tak Persulit Izin Pertandingan


PSSI tampaknya sudah mulai gerah dengan sikap pihak Kepolisian yang kerap mempersulit izin pertandingan sepakbola di level kompetisi nasional. Seperti diketahui, setidaknya ada dua laga sepakbola level nasional yang mesti ditunda pada tahun ini, lantaran tidak mendapatkan izin dari Kepolisian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

Pertama, laga final Inter Island Cup 2014 antara Arema Cronus dan Persib Bandung, yang semestinya digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, 25 Januari lalu, harus ditunda lantaran tak dapat izin dari Kepolisian setempat. Waktu pengganti laga tersebut hingga saat ini masih belum ditetapkan PT Liga Indonesia.

Kedua, pertandingan bergengsi Persib Bandung kontra Persija Jakarta, 22 Februari lalu. Namun untuk laga ini, Polda Jawa Barat telah memberikan lampu hijau untuk laga tunda bentrok kedua tim meski dengan beberapa syarat. PT LI pun sudah menetapkan waktu penggantinya, yakni 8 Mei 2014.

Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, jika izin tersebut terus dipersulit, akan berpengaruh buruk terhadap nama Indonesia di tingkat internasional. Bisa jadi, lantaran adanya terus menerus kabar mengenai izin yang dipersulit akan membuat tim-tim luar negeri tidak bersedia mengunjungi Indonesia.

Terlebih, respon tim-tim luar negeri untuk menyambangi Indonesia belakangan ini sudah cukup baik.

"Apa yang terjadi termasuk pelarangan pertandingan dari pihak kepolisian itu bisa dengan mudah diketahui dunia internasional melalui berita. Untuk itu, kami berharap pihak kepolisian bisa memahami dan mengerti dengan kondisi ini," ucap Djohar, saat membuka Musprovlub PSSI Sulawesi Selatan.

Dia pun berharap PSSI, masyarakat, dan pihak Kepolisian bisa terus menjalin sinergi dan bersama-sama menjaga keamanan. Sehingga pertandingan bisa dijalankan sesuai jadwal.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali demi perkembangan sepak bola Indonesia. Saya memang sering ditanya orang asing tentang kondisi di Indonesia. Bahkan ada yang mengatakan Indonesia tidak layak dikunjungi," paparnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar