Jumat, 29 November 2013

Spanyol Sudah Siap dengan Teror Penonton di Brasil


Sebagai juara dunia, Spanyol sudah pasti akan jadi team to beat di Piala Dunia mendatang. Raul Albiol menegaskan timnya sudah siap dengan ejekan dan cemooh dari publik tuan rumah.

Spanyol sudah lima tahun terakhir menguasai jagad sepakbola dengan dua gelar Piala Eropa serta satu titel Piala Dunia. Belum ada tim yang bisa menyamai mereka dan tak ayal Spanyol pun selalu jadi pembicaraan di penjuru dunia.

Apalagi mereka mampu mempertontonkan sepakbola indah yang dikenal dengan tiki-taka dan mampu menghibur publik sepakbola. Tapi jelas dominasi seperti ini menimbulkan kebosanan karena fans pasti ingin ada tim yang bisa mendongkel Spanyol dari puncak dunia.

Sebenarnya Brasil sudah bisa melakukannya di Piala Konfederasi lalu kala menang 3-0 di final atas Spanyol. Tapi tetap turnamen itu tak sama gengsinya dengan Piala Dunia yang akan dihelat di musim panas mendatang.

Jelas dengan Brasil jadi tuan rumah dan pemegang trofi Julies Rimet terbanyak, publik tuan rumah ingin melihat Spanyol kehilangan status juara dunianya. Berbagai cara boleh jadi akan dilakukan termasuk dengan teror dari penonton setiap Spanyol bermain.

Spanyol tak gentar dengan hal itu dan merasa sambutan penonton kepada mereka adalah wajar, mengingat banyak tim yang ingin mengalahkan khususnya Brasil. Ini artinya Spanyol masih jadi favorit kuat juara di turnamen mendatang.

"Biarkan saja mereka mengejek dan meneror kami -- itu karena mereka melihat kami sebagai favorit. Justru aneh ketika mereka mengapresiasi atau mendukung kami," ujar Albiol seperti dikutip situs resmi FIFA.

Kamis, 28 November 2013

Doping, Hasil Balap Anthony West Selama 18 Bulan Terakhir Dicoret


Anthony West terbukti mengonsumsi obat terlarang dan dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan olahraga. Dia disanksi pencekalan plus dihapus seluruh hasil balapan selama 18 bulan terakhir.

Hasil tes urine West yang terbukti positif doping sebenarnya sudah didapat pada Mei 2012 lalu. Terbukti menggunakan obat terlarang jenis methylhexaneamine, dia lantas dihukum larangan membalap selama sebulan pada Oktober tahun yang sama.

Setelah menjalani hukuman, rider asal Australia itu kembali tampil di ajang Moto2 musim ini. Bergabung dengan QMMF Moto2 Tim, dia menjadi partner pebalap asal Indonesia Rafid Topan Sucipto.

Namun Badan Anti Doping lantas membawa kasus West ke pengadilan banding olahraga, mereka menuntut mantan pebalap MotoGP itu dihukum larangan membalap selama 24 bulan.

Tuntutan Badan Anti Doping tak sepenuhnya dituruti pengadilan banding olahraga, namun hukuman lebih berat tetap dijatuhkan pada West. Dia dikenai larangan membalap selama 18 bulan, dengan masa potong hukuman yang sudah dijalani pada Oktober 2012 lalu.

Karena hukuman tersebut berlaku surut, makan seluruh hasil balapan yang diraih West selama 18 bulan terakhir langsung dicoret. Rentetannya dimulai dari 20 Mei 2012 sampai 19 Oktober 2013, termasuk di dalamnya adalah finis di atas podium pada balapan di Sepang dan Phillip Island tahun lalu. Demikian dikutip dari Autosport.

Rabu, 27 November 2013

Erick Thohir Rencanakan Beli Klub Lagi


Setelah memiliki saham mayoritas FC Internazionale, Erick Thohir mengungkapkan rencana untuk membeli klub lain dalam waktu dekat.

Diungkapkan pengusaha asal Indonesia tersebut, memiliki klub lain merupakan hal yang cukup menarik perhatiannya.

Namun, Thohir menegaskan dirinya tak akan mengakusisi klub Eropa karena ada aturan yang melarang hal tersebut.

"Saya tak akan membeli klu Eropa karea ada regulasi terkait partisipasi di Liga Champions Eropa," ungkap Thohir.

"Tapi membeli klub lain yang berada di benua berbeda adalah hal yang sangat memungkinkan," ungkapnya.

Saat ini Thohir tercatat sudah memiliki hak kepemilikan dari klub MLS DC United dan Persib Bandung, juga klub NBA Philadeplhia 76ers.

Selasa, 26 November 2013

Pesawat Manchester United Nyaris Celaka Ketika Mendarat


Penerbangan ke Cologne, Selasa (26/11/2013) malam waktu setempat, bisa jadi adalah salah satu penerbangan yang ingin dilupakan para penggawa Manchester United. Mereka mengalami kejadian tidak mengenakkan ketika hendak mendarat.

Pesawat Monarch Airbus 321 yang membawa seluruh skuat 'Setan Merah' itu hendak mendarat di landasan ketika sang pilot menyadari bahwa ada pesawat lainnya di runway.

Sang pilot kemudian membawa pesawat itu terbang lagi, sesaat sebelum pesawat itu menyentuh landasan. Mereka kemudian berputar-putar selama 10 menit sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.

"Itu sungguh menakutkan."

"Kapten pesawat kemudian meminta maaf lewat intercom atas apa yang terjadi dan kami mendarat dengan selamat," kata seseorang dari dalam klub kepada Manchester Evening News.

Bek United, Rio Ferdinand, juga menyampaikan ketegangan itu lewat akun Twitter-nya.

"Mendarat di Jerman.. Baru saja menarik napas lega setelah pendaratan yang berat," tulisnya.

United terbang ke Jerman untuk menghadapi Bayer Leverkusen dalam laga lanjutan Liga Champions Grup A. Baik United maupun Leverkusen sama-sama masih punya peluang besar untuk lolos dari babak grup.

Minggu, 24 November 2013

Soal FIFA Ballon d'Or, Bale: Tak Ada yang Mendekati Performa Ronaldo


Pesepakbola Real Madrid asal Wales Gareth Bale, tak ragu sama sekali kalau Cristiano Ronaldo, yang merupakan rekan satu klubnya, pantas meraih FIFA Ballon d'Or tahun ini. Menurut Bale, tak ada yang bisa menyaingi performa Ronaldo saat ini.

Ronaldo adalah satu dari tiga nama kandidat terdepan peraih FIFA Ballon d'Or tahun ini. Pemain asal Portugal itu diyakini mesti bersaing ketat dengan Franck Ribery (Prancis/Bayern Munich) yang meraih treble bersama klubnya musim lalu dan kemudian Lionel Messi (Argentina/Barcelona) yang meraih gelar bergengsi tersebut selama beberapa waktu terakhir.

"Buat saya Ronaldo adaalah pemain terbaik di dunia dan saya rasa saat ini tak ada yang mendekati performanya. Dia pantas mendapatkan penghargaan itu," kata Bale di Marca.

"Gol-gol dan penampilannya, khususnya mengingat besarnya tekanan yang ia dapat, khususnya di Portugal (dalam fase playoff Piala Dunia) tempo hari, sudah menunjukkan bahwa dirinya benar-benar dia pemain kelas dunia sejati," pujinya.

Bale, yang diboyong Madrid dari Tottenham Hotspur pada pada bursa transfer musim panas, tampaknya memang amat terkesan dengan rekan setimnya itu.

"Dia menyemangati saya di setiap pertandingan, memberi saya kepercayaan diri. Dia banyak membantu saya di dalam dan di luar lapangan."

"Kami menikmati bermain bersama-sama, dan saya pikir gol dan assist yang lahir telah menunjukkan bahwa kami bermain bareng dengan baik. Masih banyak yang dapat kami buat dan semoga dengan melakukannya kami bisa sukses musim ini," tutur Bale.

Sabtu, 23 November 2013

Francois Gallardo: Tahun Depan, Lionel Messi Tinggalkan Barcelona





Agen FIFA, Francois Gallardo, melaporkan sebuah kabar yang cukup mengejutkan. Bintang Barcelona Lionel Messi disebutnya akan meninggalkan Camp Nou pada tahun depan.

Pernyataan Gallardo itu disampaikan di Punto Pelota, sebuah acara televisi sepakbola yang cukup terkenal di Spanyol.

"Selama satu bulan, hubungan antara penasihat Messi dan klub renggang. Sang pemain merasa dikhianati dan sudah memutuskan akan hengkang pada akhir musim," ujar Gallardo, seperti dikutip Football Espana.

"Faktanya, ia sudah meraih kesepakatan lisan dengan tim lain, dan mulai Februari atau Maret, mereka akan memulai rencana transfer."

"Pada akhir September, yakni dua bulan lalu, pemain Blaugrana dan agennya bertemu dengan Barca. Sang pemain menginginkan adanya revisi dalam kontraknya dengan klub Catalan yang menjamin akan memenuhinya."

"Kenaikan [nilai kontrak] disepakati. Namun, setelah satu bulan, klub bertemu dengan dia dan menjelaskan kalau mereka tidak bisa memenuhi hal itu."

Menurut Gallardo, keputusan Messi untuk pergi sudah bulat.

"Keputusan sudah diambil. Leo Messi akan meninggalkan Barca pada akhir musim. Ia akan pergi ke negara yang sangat dekat dengan kami [Spanyol]," ujarnya lagi.

Jumat, 22 November 2013

Mereka yang Pantas dan Tidak





Kualifikasi Piala Dunia sudah berakhir. 820 laga sudah dijalani 206 negara anggota FIFA, termasuk juara bertahan Spanyol. Untuk pertama kalinya kali ini, juara bertahan diharuskan untuk mengikuti fase kualifikasi dan hanya tim tuan rumah yang mendapat jatah lolos otomatis ke putaran final. Babak kualifikasi Piala Dunia 2014 dimulai dengan pertandingan antara Belize melawan Montserrat yang dimenangi Belize dengan skor 5-2 serta diakhiri dengan hasil imbang 0-0 antara Uruguay dan Yordania.

32 negara sudah dipastikan ambil bagian tahun depan dan negara kita, masih belum beruntung. Bukan soal nasib semata, tentunya, tetapi ini lebih soal usaha yang masih jauh dari harapan. Kita, Indonesia, belum bisa lolos ke Piala Dunia karena kita memang tidak (atau belum?) pantas berada di sana. Sisi positifnya, untuk kita yang masih terus menjaga optimisme, adalah bahwa selalu masih ada kesempatan berikutnya dan kita bisa terus berbenah, walau entah sampai kapan.

Bicara soal kepantasan tampil di Piala Dunia, berarti bicara soal kualitas persepakbolaan suatu negara. Babak play-off zona Eropa kemarin menghadirkan kembali perdebatan soal siapa yang layak dan siapa yang tidak. Dalam konteks ini, kita bicara soal Prancis (baca: Franck Ribéry), Meksiko, Swedia (baca: Zlatan Ibrahimovic), dan Portugal (baca: Cristiano Ronaldo). Perdebatan soal siapa yang layak dan tidak pada akhirnya mengerucut kepada empat negara ini, karena negara-negara lain yang dianggap layak, sudah memastikan diri lolos sebelumnya.

Kita mulai dari Prancis. Negara ini memang negara sepak bola. Mereka bisa secara konsisten menghasilkan pemain-pemain berkelas yang berlaga di berbagai liga top Eropa. Liga mereka, Ligue 1, meskipun bukan merupakan liga terbaik di Eropa, adalah salah satu liga dengan produk terbaik. Tidak perlu disebutkan siapa saja produk terbaru mereka. Semua pasti sudah hafal di luar kepala.
Pertanyaannya adalah, meski dihuni pemain-pemain terkenal, apakah timnas mereka cukup baik untuk berlaga di putaran final Piala Dunia?

Sejak tampil di final Piala Dunia 2006, prestasi timnas Prancis belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Piala Dunia 2010 menjadi titik nadir prestasi Prancis di abad ke-21 ini. Prancis memang tersingkir cepat di Piala Dunia 2002, tetapi setidaknya, penampilan mereka kala itu tidak seburuk di 2010. Di Piala Dunia 2010, penampilan mereka begitu loyo dan mereka seperti tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Raymond Domenech sudah kehilangan kendali atas ruang gantinya dan akibat dari hal itu sangat fatal.

Usai penampilan yang tak kalah mengecewakan di Piala Eropa 2012, Prancis harus melakoni fase kualifikasi Piala Dunia. Mereka mungkin sial karena harus berada satu grup dengan Spanyol. Dalam perspektif counterfactual history, Prancis bisa saja lolos otomatis sebagai juara grup jika saja mereka tidak segrup dengan Spanyol. Mereka akhirnya finis di peringkat kedua dan harus melakoni babak play-off kontra Ukraina. Prancis akhirnya berhasil lolos setelah menang agregat 3-2 atas Ukraina, tetapi, pertanyaan soal kepantasan tersebut tak kunjung hilang.

Apakah Prancis pantas? Ya, mereka pantas. Setidaknya mereka pantas diberi kesempatan. Mereka memiliki pemain-pemain yang bagus dan akan dirindukan oleh khalayak di pentas seakbar Piala Dunia. Mereka juga memiliki pemain-pemain muda menjanjikan seperti Kurt Zouma, Raphael Varane, Lucas Digne, Geoffrey Kondogbia, Florian Thauvin, dan Paul Pogba yang setidaknya bisa menjadi alternatif harapan tatkala senior-senior mereka tak mampu lagi berbuat banyak. Jika saya ditanyai 100 kali apakah Prancis pantas ke Piala Dunia, maka saya akan menjawab ‘Ya’ sebanyak 100 kali pula.

Kemudian Meksiko. Negara ini menunjukkan tren menurun dalam dua tahun ke belakang di zona Concacaf. Tadinya, mereka adalah negara yang paling ditakuti di zona Amerika Utara, namun sekarang, Amerika Serikat lah negara sepak bola terbesar di zona tersebut. Keberadaan Juergen Klinsmann, disebut-sebut membuat Amerika Serikat selalu yakin untuk meraih kemenangan di setiap laga.
Meksiko, meski dihuni pemain-pemain yang cukup berkualitas, seperti kesulitan untuk menuntaskan kualifikasi lebih cepat. Di momen-momen terakhir, mereka bahkan harus ‘berterima kasih’ kepada rival bebuyutan mereka, Amerika Serikat yang berhasil menjungkalkan saingan utama Meksiko untuk tempat play-off, Panama, di menit-menit akhir.

Meksiko memang akhirnya lolos ke babak play-off dan mereka juga sudah berhasil memastikan diri lolos ke putaran final setelah mengalahkan wakil Oseania, Selandia Baru dengan agregat 9-3. Selandia Baru, meskipun merupakan tim terkuat di Oseania, tentunya di atas kertas bukan lawan sepadan bagi Meksiko. Jika Meksiko menang, itu bukan suatu hal yang besar. Mereka memang seharusnya menang, kalau perlu dengan margin besar seperti yang sudah mereka lakukan.

Meksiko mungkin tidak seburuk yang kita bayangkan. Mereka tetap pantas untuk berlaga di Piala Dunia karena mereka memang masih menjadi salah satu wakil terbaik yang bisa dikirimkan oleh Concacaf. Menilik kualitas pemain yang dimiliki, rasanya Meksiko masih akan bisa berbuat banyak dibandingkan dengan Panama atau Jamaika. Meksiko, menilik performa mereka di Olimpiade 2012, rasanya bisa memberi harapan akan sebuah penampilan yang baik di putaran final sebuah turnamen.

Kemudian kita beralih ke dua tim yang paling sering dibahas di fase play-off lalu, Swedia dan Portugal. Mau bagaimanapun juga, Swedia dan Portugal adalah soal Zlatan dan Ronaldo. Tidak bisa dielakkan lagi bahwa ini memang soal mereka berdua dan 44 pemain lain yang terlibat di sana hanya bersifat komplementer. Faktanya adalah, Portugal lolos dan Swedia tersingkir. Zlatan Ibrahimovic, salah satu pesepakbola terbaik di planet ini harus menerima kenyataan bahwa ia gagal tampil di Piala Dunia yang mungkin akan menjadi Piala Dunia terakhirnya.
Pertanyaannya serupa. Apakah Portugal lebih pantas lolos dibanding Swedia?

Jawabannya lagi-lagi ‘ya’. Portugal, terlepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang menjadi sorotan utama, secara keseluruhan lebih pantas lolos ke Piala Dunia. Tim Portugal memang lebih bagus dibanding Swedia, walaupun dalam penampilan pada babak kualifikasi, kedua tim sama-sama menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. Portugal, khususnya, belum juga berhasil menunjukkan permainan yang menjanjikan dan masih belum mampu lepas dari bayang-bayang tim golden generation mereka.
Namun pada akhirnya, semua tim sudah melalui ujian yang sesuai dengan kemampuan mereka. Demikian pula dengan Portugal, Prancis, dan Meksiko. Mereka semua sudah lulus dan sudah menunjukkan bahwa mereka pantas berada di Brasil tahun depan.


Prestasi tim nasional merupakan muara dari keseluruhan proses persepakbolaan yang dilakukan suatu negara. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui di sini, mulai dari pembinaan pemain muda sampai penyelenggaraan kompetisi, mulai dari pembinaan pelatih dan wasit sampai dengan tim nasional. Semua berjalan secara kolektif dan simultan. Semua tahapan memiliki urgensi dan tingkat kepentingan yang sama. Lalu ketika kita bicara soal kepantasan mereka ada di Piala Dunia, sesungguhnya kita bicara soal hal ini.

Mengapa mereka bisa berlaga di Piala Dunia? Karena mereka memang pantas. Mengapa mereka pantas? Karena sepak bola mereka bagus. Mengapa sepak bola mereka bagus? Karena mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik. Mengapa mereka bisa melakukan apa yang seharusnya dengan baik? Karena mereka sadar betul bahwa sepak bola bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam semalam.

Lalu ketika kita sangkutkan dengan kondisi sepak bola kita, maka persoalan kita yang paling mendasar adalah bahwa kita belum memiliki kesadaran tersebut.


Kamis, 21 November 2013

Belum Genap Setahun, Timnas Indonesia Sudah Ganti Pelatih Empat Kali


Pergantian pelatih kembali terjadi di tubuh Timnas Indonesia. Meski gelaran babak kualifikasi Piala Asia 2015 belum selesai, namun PSSI selaku induk federasi sepak bola di Indonesia telah mengganti pelatih sebanyak empat kali.
Gejolak di kepengurusan PSSI membuat organisasi pimpinan Djohar Arifin Husin itu sering kali melakukan pergantian pelatih. Awalnya Nilmaizar yang memimpin skuat ‘Garuda’ di laga babak kualifikasi Piala Asia melawan Irak pada 6 Februari.
Setelah era pelatih kelahiran Sumatera Barat itu, PSSI kemudian menyerahkan tongkat pelatih kepada Luis Manuel Blanco. Sayang, belum sempat meracik strategi di laga menghadapi Arab Saudi pada 23 Maret 2013, mantan pemain Boca Juniors itu didepak.
Praktis di laga melawan Arab Saudi, Indonesia dilatih oleh duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago. Setelah laga itu, Badan Tim Nasional (BTN) menugaskan kepada RD untuk menangani timnas U-23, sementara Jacksen menukangi timnas senior.
Jacksen F. Tiago mulai menangani Timnas Indonesia di pertandingan melawan Belanda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 7 Juni 2013.Hasilnya, skuat 'Garuda' menelan kekalahan 0-3.
Menangani Timnas Indonesia, pencapaian Jacksen F. Tiago dapat dibilang bagus. Skuat ‘Garuda’ dibawanya meraih poin perdana di babak kualifikasi Piala Asia 2015. Timnas Indonesia menahan imbang Cina 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 15 Oktober 2013.
Pelatih asal Brasil itu melatih Boaz Solossa dan kawan-kawan di enam pertandingan, hasilnya 2 kali menang, satu kali imbang, dan tiga kali kalah. Dia menyelesaikan, tugasnya setelah pertandingan melawan Irak di SUGBK pada Selasa (19/11/2013).
Ketua BTN La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, seringnya pergantian pelatih di timnas Indonesia, terjadi karena pihaknya belum menemukan pelatih terbaik yang sesuai dengan keinginan PSSI.
“Mana carikan dong, tolong carikan siapa, kalau nyatanya terus kita mencari, mencari yang terbaik. Syarat utama pelatih, program dan kesuksesan yang harus bagus,” kata La Nyalla ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2013).
Setelah era Jacksen F Tiago, kini PSSI memproyeksikan pelatih asal Austria, Alferd Riedl untuk kembali melatih timnas Indonesia. Sebelumnya Riedl pernah menangani skuat ‘Garuda’ di Piala AFF 2010. Hasilnya, Indonesia hanya meraih posisi runner-up.
Indonesia masih menyisakan satu laga pada babak kualifikasi Grup C Piala Asia 2015, yakni melakukan lawatan ke Arab Saudi pada 5 Maret 2014. Untuk sementara, Indonesia berada di posisi juru kunci, hanya mengumpulkan satu poin dari lima pertandingan.

Rabu, 20 November 2013

Zlatan Ibrahimovic: Tanpa Saya, Piala Dunia Tidak Menarik




Striker internasional Swedia, Zlatan Ibrahimovic mengungkapkan pernyataan penuh percaya diri, Piala Dunia 2014 tidak layak ditonton menyusul eliminasi timnya di babak play-off.
Ibrahimovic gagal membawa Swedia melaju ke Brasil meski mencetak sepasang gol dini hari tadi, karena Cristiano Ronaldo mencuri perhatian dengan hat-trick untuk menggiring Portugal menyegel kemenangan 3-2 di leg kedua play-off.
Pemain 32 tahun itu mengklaim turnamen yang digelar tahun depan tidak akan menarik karena dia tidak terlibat di dalamnya.
“Ini mungkin usaha terakhir untuk mencapai Piala Dunia bersama timnas bagi saya."
"Satu hal yang pasti, Piala Dunia tanpa saya bukan hal menarik untuk ditonton jadi tidak layak menanti Piala Dunia,” kata striker Paris Saint-Germain kepada Zlatan unplugged.
“Selamat kepada Portugal, tapi kedua tim pantas berangkat ke Piala Dunia.”
“Kekecewaan tentu saja besar karena Piala Dunia di Brasil akan tetap menjadi mimpi untuk tim nasional Swedia,” tandas eks AC Milan itu.

Selasa, 19 November 2013

Alfred Riedl Diproyeksikan BTN Rebut Juara AFF 2014





Penghuni kursi pelatih tim nasional Indonesia senior segera berganti. Yakni, dari Jacksen Ferreira Tiago menjadi Alfred Riedl.

Hal tersebut, akan mulai berlaku usai laga Timnas senior lawan Irak dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (19/11) malam.
"Alfred Riedl adalah sosok yang sangat pas membesut Timnas Indonesia Senior. Reputasi dan profilnya, paling pas dan telah memahami karakter para pemain Indonesia dengan sangat baik," ujar Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Selain itu, La Nyalla juga memuji gaya kepemimpinan Riedl ketika tampil di piala AFF 2010. Karena itu, La Nyalla menilai jika Riedl sangat cocok untuk sepak bola Indonesia.
Riedl yang membawa Indonesia menjadi runner up AFF Cup 2010, kini dipastikan mendapat tugas berat. Yakni, target meraih juara AFF Cup 2014.
"Riedl diproyeksikan merebut juara AFF 2014. Pemilihan Riedl sebagai pelatih Timnas sudah melalui pemikiran matang BTN dan usulan dari anggota eksekutif komite (Exco) PSSI. Kami semua berpikir keras dan memutuskan Alfred Riedl untuk kembali menangani Timnas senior," pungkasnya.

Senin, 18 November 2013

Erick Thohir Berencana Bangun Stadion untuk Internazionale


Erick Thohir terus bergerak mengambil langkah-langkah signifikan di awal masa kepemimpinannya di FC Internazionale.

Seperti dikabarkan Il Corriere dello Sport, usai menghadiri sejumlah acara, termasuk laga uji coba antara Nerazzurri dan klub Swiss, Chiasso, sang pemilik sekaligus presiden anyar bertemu dengan Walikota Milan, Giuliano Pisapia, untuk mengajukan rencana pembangunan stadion anyar di kawasan Rho.

"Ini sifatnya lebih ke arah pertemuan ramah-tamah, bahkan pertemuan bersahabat, di mana terdapat pertukaran opini mengenai olahraga di Milan dan masa depan pembangunan kota," jelas Pisapia.

"Ini langkah pertama dalam dialog yang akan segera dilanjutkan. Saya bisa mengatakan kami telah menetapkan sebuah jalur bersama yang akan memastikan kami berkolaborasi demi kebaikan Milan dan pihak-pihak yang memilih kota kami untuk investasi penting."

Minggu, 17 November 2013

Olivier Giroud: Prancis Rela Mati Demi Piala Dunia


Olivier Giroud menyatakan, rekan-rekan setimnya di timnas Prancis ‘rela mati’ demi mendapatkan satu tempat di putaran final Piala Dunia 2014.

Posisi Les Bleus saat ini sedang berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan 2-0 dari Ukraina di leg pertama. Giroud pun menyatakan optimismenya bahwa Prancis masih bisa melakoni comeback di leg kedua, Rabu (20/11) dini hari WIB di Paris, untuk memastikan diri melaju ke putaran final.

“Kami siap untuk mati di lapangan agar mencapai sana [Brasil]. Kami ingin membuktikan kepada orang-orang Prancis dan juga pada kami sendiri bahwa kami bangga membela Prancis. Kami juga ingin membuat mereka bangga,” papar Giroud.

“Saya tersinggung [dengan kekalahan di leg pertama]. Saya ingin menebus kesalahan itu, bersama seluruh rekan setim. Kami ingin bermain lebih baik, mencetak sejarah. Ini adalah tentang kebanggan. Hari ini, tak terlintas di benak saya bahwa Prancis gagal lolos ke Brasil,” pungkas bomber Arsenal ini.

Jumat, 15 November 2013

Cuaca, Kendala Timnas Saat Menghadapi Cina


Menghadapi Cina pada lanjutan Grup C Pra Piala Asia 2015, Jumat (15/11), timnas dihadang cuaca sedingin es yang menusuk kulit.
Untungnya, dokter tim, Syarif Alwi Maruapey punya cara jitu untuk menjaga kondisi pemain.
"Kiat menghadapi cuaca dingin disiplin dalam istirahat, memperhatikan asupan makanan yang cukup berkalori tinggi untuk cadangan glikogen otot, kemudian selama warming-up (pemanasan) tetap memakai pakaian penghangat agar tubuh tidak terlalu kehilangan banyak panas tubuh," kata Syarif kepada Berita Kota Super Ball, Rabu (13/11).
Sewaktu pemanasan menjelang kick-off, lanjut Syarif, dilakukan dengan cukup sehingga pada menit awal bertanding tidak terjadi kekakuan atau lambatnya pergerakan karena masih merasa dingin.
Jurus lain, saat turun minum jeda babak pertama menuju babak kedua, pemain diingatkan cukup minum air mineral dan mengganti seluruh pakaian dengan kaus yang kering.
"Semuanya. Dari kaus tangan, seragam, celana, kaus kaki, celana dalam. Ketika memulai babak kedua semua harus kering. Ini dilakukan agar ketahanan fisik sedikit terjaga," tutur Syarif.

Kamis, 14 November 2013

Radja Nainggolan Ingin Tampil di Piala Dunia


Gelandang keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, akhirnya kembali dipanggil timnas senior Belgia. Pemain berusia 25 tahun itu disiapkan untuk dua partai persahabatan Belgia kontra Kolombia dan Jepang.
Radja Nainggolan tercatat terakhir kali memperkuat Rode Duivels nyaris satu tahun lalu. Pemain yang belum lama ini mengunjungi Tanah Air tersebut mengaku sempat kecewa karena selalu ditinggal oleh Pelatih timnas Belgia, Marc Wilmots.
Kini setelah kembali dipanggil, pemain yang memperkuat klub Italia Cagliari tersebut mengaku pintu gerbang buatnya untuk tampil di Piala Dunia 2014 bakal terbuka lebar. Untuk itu, dia akan bekerja keras untuk terus berada dalam skuat Belgia.
"Piala Dunia adalah turnamen terbesar dan semua orang ingin berada di sana. Aku melakukan banyak hal baik di Serie A Italia, tapi itu akan menjadi hadiah yang bagus dengan tampil di timnas," katanya.
Radja Nainggolan memang mulai memelihara asa tampil di Piala Dunia 2014 mendatang bersama Belgia. Meski diisi para pemain dengan kualitas mumpuni, pemain berdarah Batak itu mengaku tak gentar.
"Aku merasa Wilmots selalu mengikuti perkembanganku di klub. Aku memang syok ketika namaku tak ada dalam daftar. Tapi sekarang aku memiliki kesempatan dan tidak akan membuangnya," ujar Nainggolan.

Rabu, 13 November 2013

Timnas Yordania Dipinjami Pesawat Pribadi Pangeran Uni Emirat Arab


Lolosnya Yordania ke babak play-off benar-benar membuat kawasan Timur Tengah dilanda kegembiraan.
Bukan hanya rakyat Yordania, tapi juga Pangeran Uni Emirat Arab juga ikut senang. Yordania akan menjamu Uruguay di babak play-off Piala Dunia 2014 di Stadion Internasional Amman, pada Rabu (13/11) malam WIB.
Pangeran Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum dan Putri Haya berjanji akan meminjamkan pesawat pribadinya yang sangat mewah kepada Timnas Yordania pada laga tandang ke Montevideo 20 November mendatang.
Sementara itu Raja Yordania King Abdullah II kemarin menyumbang $500.000 sebagai dana persiapan tim berjuluk Al Nashama itu menghadapi Uruguay. Bukan itu saja, keluarga kerajaan, agen pemerintah, dan swasta juga memberikan donasi. Televisi Yordania menggelar kegiatan dan menghasilan dana sebesar $2,8 juta. Dana tersebut disumbangkan ke Timnas Yordania.
Sementara itu pihak kepolisian Amman menegaskan akan melakukan penjagaan ketat di seluruh Ibu Kota Yordania itu. Lalu lintas juga direkayasa sedemikian rupa agar tidak terjadi kemacetan. Tingginya permintaan tiket pertandingan membuat harga tiket di pasar gelap membumbung tinggi.
Sebelum masuk, seluruh penonton akan diperiksa secara ketat. Penonton tidak diperbolehkan membawa berbagai jenis kembang api, laser dan benda tajam. Pejabat polisi setempat mengatakan, operasi keamanan akan dilakukan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan.
Pintu stadion akan dibuka lima jam sebelum kick-off, untuk memberikan kesempatan kepada ribuan penonton yang ingin menyaksikan laga bersejarah itu.

Selasa, 12 November 2013

Indra Sjafri Tingkatkan Fisik Pemain Timnas U-19


Para pemain Timnas Indonesia U-19, menjalani sesi tes fisik untuk mengukur kebugaran tubuh.
Tes fisik dilakukan di Lapangan Kusuma Agrowisata, Batu, Jawa Timur, Selasa (12/11). Dalam melakukan tes fisik, Badan Tim Nasional (BTN) melakukan kerja sama dengan mahasiswa dan tenaga ahli dari Fakultas Olahraga Universitas Negeri Malang (UM).
Dalam metode pelaksanaan tes fisik, Evan Dimas dan kawan-kawan diminta berlari sesuai jarak yang telah ditentukan tenaga ahli.
Para pemain juga diminta melakukan aktivitas fisik, salah satunya push-up di lapangan yang dipimpin tenaga ahli.
“Kami menyelenggarakan tes fisik kepada para pemain. Kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang. Hasilnya dapat diketahui pada Rabu besok,” kata Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri, Selasa (12/11/2013).
Pelatih kelahiran Sumatera Barat berusia 50 tahun menuturkan, seluruh pemain mengikuti tes fisik. Tes fisik dilakukan untuk melihat kondisi peningkatan VO2Max atau volume maksimal oksigen yang diproses tubuh manusia saat melakukan kegiatan intensif.
Secara rata-rata, para pemain Timnas U-19 memiliki nilai VO2Max sebesar 55. Indra Sjafri menargetkan peningkatan kemampuan VO2Max pemain menjadi 60.
"Bila hasilnya memuaskan, latihan hanya dilakukan sebulan. Jadi, dilihat hasil tes yang dilakukan tenaga ahli dari UM Malang," jelas Indra.
Pemusatan latihan tahap awal Timnas Indonesia U-19, digelar di Kota Batu, Jawa Timur mulai Sabtu (9/11/2013) lalu. Pelatnas digelar dalam rangka persiapan berlaga di Piala Asia U-19 di Myanmar, pada Oktober 2014.
Pada pelatnas tahap awal, sebanyak 40 pemain mengikuti latihan intensif di bawah arahan pelatih Indra Sjafri.

Minggu, 10 November 2013

Pelatnas Timnas U-19 Habiskan Rp 30 Miliar


Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN) Sefdin Syaifudin mengatakan, selama Timnas Indonesia U-19 menjalani pelatnas, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 30 miliar.
Pemusatan latihan nasional (pelatnas) tahap awal Timnas U-19 akan dimulai pada Sabtu (9/11/2013) mendatang di Kota Batu, Jawa Timur.
Pelatnas dimaksudkan sebagai persiapan, sebelum berpartisipasi di putaran final Piala Asia di Myanmar pada Oktober 2014.
“Kami memperkirakan, Timnas U-19 akan menghabiskan dana sebesar Rp 30 miliar selama setahun, sampai Oktober 2014,” ujar Sefdin, ditemui di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
Pelatnas tahap awal akan digelar mulai 9 November 2013 sampai 9 Januari 2014. Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, menyeleksi 40 pemain. Sebanyak 11 ofisial bertugas di skuat ‘Garuda Jaya’.
“Kami, per hari butuh sekitar Rp 600 ribu per orang, termasuk biaya hotel dan makan per kepala. Jadi, dalam sehari menghabiskan Rp 30 juta. Itu belum termasuk uang saku per pekan dan akomodasi pindah pelatnas seperti tiket,” papar Sefdin.
Sefdin mengatakan, untuk membiayai kegiatan operasional Timnas U-19, pihaknya mendapatkan bantuan dana dari berbagai pihak.
“Ada beberapa sumber untuk membiayai pelatnas. Seperti dari pemasukan PSSI, tiket pertandingan, hak siar, dan sponsor yang saat ini baru ada Nike,” ungkapnya.