Jumat, 10 Januari 2014

Duel Atletico Madrid Kontra Barcelona Menentukan Juara La Liga


Meski baru separuh musim, duel antara Atletico Madrid melawan Barcelona di Vicente Calderon, Minggu (12/1/2014), bisa menentukan juara La Liga musim ini.
Duel antara Atletico Madrid versus Barcelona dengan kondisi seperti ini, langka terjadi. Dalam 20 tahun terakhir, baru tiga kali terjadi duel antara Cules dan Colchoneros, di mana kedua tim berada di dua posisi teratas klasemen liga.
Atletico Madrid memiliki modal yang cukup menjanjikan. Berdasarkan sejarah pertemuan, Atletico sukses memenangkan dua dari tiga pertemuan tersebut.
Pertama kali situasi ini terjadi, adalah pada musim 1995-1996. Kubu Catalan datang ke Calderon dengan raihan 32 angka, satu angka lebih sedikit dari Colchoneros. Barcelona yang ketika itu diasuh Johan Cruyff, pulang dengan kekalahan 1-3, sehingga Atletico memperlebar jarak dengan keunggulan empat angka.
Pertemuan kedua terjadi pada paruh kedua musim yang sama. Giliran Barca menjamu Atletico di Camp Nou, dan hanya tiga angka yang menjadi jurang pemisah kedua tim, Atletico 74 angka, dan Barca 71 poin.
Tuan rumah meraih kemenangan dan menyamai perolehan angka. Namun, pada akhir musim, justru Atletico yang menjadi juara dengan koleksi 87 angka, sementara Barcelona mentok di 80 angka, dan memberikan posisi kedua kepada Valencia yang unggul tiga angka.
Pertemuan ketiga baru terjadi 17 tahun berselang, tepatnya pada musim 2012-2013. Ketika itu, Barca memimpin klasemen sementara dengan 43 angka, dan menjamu skuat asuhan Diego Simeone yang mengantungi 37 angka. Barca menang 4-1 ,dan skuat asuhan Tito Vilanova memperlebar jarak menjadi sembilan angka.
Pada akhir musim, Barcelona menjuara La Liga dengan memecahkan rekor 100 angka, sedangkan Atletico Madrid terlempar ke posisi ketiga dengan 76 angka. Real Madrid menjadi runner-up dengan raihan 85 angka.

Kamis, 09 Januari 2014

Menang Telak, Edin Dzeko Sampai Lupa Skor


Superioritas performa Manchester City atas West Ham United di duel pertama semi-final Piala Liga Inggris membuat Edin Dzeko sampai-sampai lupa skor akhirnya berapa.

Ini terjadi saat striker Bosnia-Herzegovina itu berbicara kepada Sky Sports 1 selepas laga di Etihad Stadium, di mana ia sempat salah menyebut hasil meski kemudian meralatnya.

Seperti diketahui, The Eastlands melumat The Hammers 6-0 melalui trigol Alvaro Negredo, dua dari Dzeko, plus sebuah hasil kontribusi Yaya Toure sehingga pertemuan kedua di Upton Park dua minggu lagi bisa dianggap sekadar formalitas sebelum skuat Manuel Pellegrini resmi menembus final di Wembley.

"Tak mudah menang 5-0 di kandang menghadapi sesama tim Liga Primer," demikian tutur Dzeko.

"Kami masih harus menjalani laga tandang dan skor 5-0, atau 6-0 pada akhirnya, akan memberikan kami kepercayaan diri untuk leg kedua."

"Gol pertama selalu penting, setelahnya mungkin kami dapat membuka pertahanan pertahanan mereka karena sebelumnya mereka selalu bertahan dengan delapan hingga sembilan pemain."

"Gol pertama dari Alvaro juga spektakuler."

Rabu, 08 Januari 2014

Ter Steigen Selangkah ke Barcelona


Marc-andre Ter Steigen selangkah lagi menuju Barcelona.
Kiper Borussia Muenchengladbach telah menolak memperpanjang kontrak yang akan segera berakhir musim depan. Itu berarti peluang kiper muda berusia 21 tahun ini untuk bergabung dengan klub baru di akhir musim nanti terbuka lebar. Barcelona disebut-sebut sebagai klub yang bakal menjadi pelabuhan karier berikutnya untuk kiper asal Jerman ini.
"Saya tidak mau mengatakan apa pun tentang keputusan saya untuk tahun depan. Keputusan tidak memperpanjang kontrak ini sangat berat untuk saya," tegas Ter Steeigen.
Sementara direktur klub, Max Eberl, mengakui bahwa kiper terbaik mereka itu telah bulat hati ingin meninggalkan klub yang telah dibelanya sejak masih bocah. Eberl pun mengungkapkan bahwa Ter Steigen tergoda untuk bergabung dengan El Barca di akhir musim nanti.
"Marc-Andre mengatakan pada saya bahwa dia tidak akan memperpanjang kontraknya. Jadi kami tidak bisa menahannya untukpergi," ungkap Eberl.

Senin, 06 Januari 2014

Chelsea Akan Kembali Coba Goda Wayne Rooney


Chelsea akan kembali mencoba menggoda striker Manchester United (MU), Wayne Rooney, agar mau pindah ke Stamford Bridge.
Sebagaimana dilansir The Football Grapevine, Rooney dan penasihatnya tidak terburu-buru menandatangani kontrak baru di MU. Striker Inggris ini juga meninggalkan klub Setan Merah itu dengan kesepakatan mega trasnfer.
MU sendiri kemungkinan harus membayar 70 juta pound atau Rp 1,3 triliun untuk kontrak lima tahun bagi Rooney. Namun, manajamen Setan Merah hanya mau mengontrak Rooney empat tahun dan tanpa kenaikan gaji. Rooney tetap mendapatkan 250.000 pound atau Rp 4,9 miliar per pekan.
Musim panas lalu Rooney disebut-sebut minta namanya dimasukan dalam daftar pemain yang akan dijual. Namun, Arsenal tak berani mengajukan penawaran tinggi. Pelatih Chelsea Jose Mourinho mengakui dia menginginkan Rooney ada di timnya. Namun, manajemen The Blues hanya berani mengajukan penawaran sebesar 24 juta pound atau Rp 476 miliar untuk striker berusia 28 tahun tersebut.
Adapun kontrak Rooney di MU masih berlaku hingga 18 bulan ke depan.

Minggu, 05 Januari 2014

Eks Timnas Indonesia Ditangkap Polisi Belanda


Lama tak terdengar kabarnya, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Johnny van Beukering, ternyata sedang meringkuk di tahanan.
Beukering ditahan Kepolisian Belanda, akibat dituduh memiliki ladang ganja. 600 batang pohon ganja ditemukan di rumah Jhonny di rumahnya di Presikhaaf, Arnhem, awal Desember 2013. Statusnya saat ini masih tersangka.
Striker naturalisasi asal Belanda yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2012, membantah pohon ganja itu merupakan miliknya. Kepada Omroep Gelderland, Jhonny mengaku menyewakan rumah tersebut ke orang lain, dan tidak tahu mengenai keberadaan pohon tersebut.
"Sebagai pemilik rumah, saya harus mengawasi. Kalau tahu sebelumnya, saya tentunya akan melarang. Tapi, kami tidak bisa mengawasi semuanya. Sekarang saya kena getahnya, padahal cuma ingin bantu teman yang bermasalah dengan uang," ungkap Johnny kepada Omroep Gelderland. 

Jumat, 03 Januari 2014

Gerard Pique: Sukses Barcelona Bikin Real Madrid Frustrasi


Bek Barcelona Gerard Pique kembali memanasi Real Madrid, mengatakan mereka tak mampu mengikuti sukses The Catalans dalam beberapa tahun terakhir. 

Madrid hanya sekali memenangkan titel domestik dalam lima musim terakhir, sementara Blaugranamenyabet empat. Mereka juga tak mampu menyamai sukses musuh bebuyutan di Liga Champions selama abad 21.  

“Kelihatannya sulit bagi Real Madrid bahwa Barcelona memenangkan banyak gelar,” ujar Pique dikutip Sport

“Mereka harus menerima situasi seperti ini. Kadang Anda menang dan kadang tim lain menang.” 

“Sepakbola berjalan dalam siklus dan ini siklus Barcelona sekarang,” lanjut eks Manchester United. 

Lebih lanjut, Pique merespons serangan yang dilancarkan terhadap Barcelona, khususnya Lionel Messi. 

“Kasus Messi? Ada titik di mana Anda harus mengatakan ‘cukup’. Harus ada keadilan di beberapa titik karena orang terus menuduhnya melakukan hal yang tidak dia lakukan.” 

Kamis, 02 Januari 2014

Helm Schumacher Terbelah

Pemain Arsenal Ikut Doakan Kesembuhan Schumacher
 Helm yang dipakai oleh Michael Schumacher terbelah menjadi dua. Hal itu terjadi karena kerasnya benturan antara kepala dengan batu pada saat Schumi terjatuh di arena ski, ski Resor Meribel, French Alps, Prancis, Senin (30/12/2013) pagi WIB.
Dilansir media Jerman, Bild yang mewawancarai salah seorang penolong pertama yang membantu Michael Schumacher pada saat kejadian di lokasi. "Helm Michael Schumacher pecah dalam dua bagian dan kami melihat ada banyak sekali ceceran darah," demikian pernyataan saksi mata seperti dikutip Marca dari Bild.
Saksi mata lain menyebutkan bahwa Michael Schumacher tidak sedang melesat cepat pada saat terjatuh ketika bermain ski tersebut. Manajer Schumacher, Sabine Kehm mengatakan Schumi mengalami rangkaian situasi yang tidak beruntung.
Saat terjatuh, Schumi sedang melaju bermain ski bersama dengan sekelompok kecil teman-temannya, termasuk di antaranya ada anaknya, Mick yang berusia 14 tahun.
"Schumacher bersama dengan satu grup kecil pemain ski, dalam kecelakaan ini tampaknya helm yang dipakainya pecah," katanya. "Tapi itu tidak berarti bahwa Michael melaju dengan kecepatan tinggi. Dia tampaknya mengenai batu pada saat melakukan belokan. Ini seperti rangkaian ketidakberuntungan saja."
Kehm menambahkan, kejadian kecelakaan itu bisa saja terjadi bahkan pada saat seorang pemain ski itu melaju dalam kecepatan 10 kilometer per jam dan pada saat melakukan manuver yang biasa saja di tikungan.
Dia mengklarifikasi kecepatan saat Michael Schumacher bermain ski. Beberapa media sempat melaporkan Schumi bermain ski dalam kecepatan tinggi sekitar 60 kilometer sampai 100 kilometer per jam.
Michael Schumacher awalnya ditolong oleh satu orang yang berusaha membantunya untuk berdiri setelah terjatuh. "Michael bermain ski dengan kondisi normal bersama sekelompok orang. Dekat dengan area salju yang dalam. Michael bermain ski masuk ke daerah itu. Dia tidak sedang dalam kondisi cepat karena tak lama dia mendapat pertolongan dari seorag teman yang sempat terjatuh," kata Kehm.
"Jadi, Michael kemudian melanjutkan lagi. Dia bermain ski di salju yang dalam dan kemudian- kami mengira- dia mengenai batu pada saat dia sedang berbelok," katanya. "Tidak cepat, namun sayangnya pada saat berbelok, kami mengasumsikan dia terbentur batu dan seperti terbanting dari atas dan menghantam kepala terlebih dahulu," katanya.
Kondisi Michael Schumacher sudah sedikit membaik setelah operasi kedua. Namun dia belum keluar dari masa-masa rawan. Dia masih kritis. Tim dokter yang merawat Schumacher mengatakan kondisi Schumacher sedikit membaik setelah operasi lanjutan pada Senin (30/12/2013) malam. Operasi selama dua jam dilakukan untuk mengurangi tekanan di otak pembalap asal Jerman tersebut.
Dan hasil pemindaian baru menunjukkan kondisinya lebih baik dari sehari sebelumnya. "Kami tidak bisa mengatakan bahwa ia sudah keluar dari bahaya. Jam-jam ke depan sangat menentukan," kata Dr Jean-Francois Payen. "Pihak keluarga mengetahui situasi ini. Mereka memahami kondisinya sensitif dan apa pun bisa terjadi," kata Dr Payen.

Rabu, 01 Januari 2014

Kondisi Schumi Dikabarkan Membaik Usai Jalani Operasi Kedua


Michael Schumacher dikabarkan meningkat kondisinya setelah menjalani operasi kedua, meski diakui hal-hal tak terduga bisa terjadi. Sementara dugaan Schumi melaju kencang dan keluar jalur dibantah.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Schumi mengalami kecelakaan saat bermain ski di resort Maribel, pegunungan Alpen. Kepalanya terbentur batu --dengan mengenakan helm-- dan membuat mantan pebalap Formula 1 itu koma.

Ia lantas dibawa ke University Hospital Center di kota Grenoble, Prancis dan langsung menjalani operasi pertama di kepalanya. Usai operasi, kondisinya masih kritis dan tetap tak sadarkan diri.

Nah, kabar terbaru menyatakan bahwa kondisinya sedikit membaik sehingga memungkinkan untuk dilakukan operasi kedua oleh tim dokter. Setelah dilakukan operasi pada Selasa waktu Prancis, situasinya pun makin meningkat meski belum keluar dari status bahaya.

"Sudah lebih baik dari kemarin. Tapi seluruh keluarga sangat menyadari bahwa dalam kondisinya masih sangat sensitif dan apapun bisa terjadi," kata Direktur Umum Rumah Sakit Grenoble Jacqueline Hubert, seperti dilansir Planet F1.

Sementara itu, Sabine Kehm yang merupakan juru bicara Schumi menolak dugaan yang menyebutkan juara dunia tujuh kali F1 itu melaju kencang. Kehm juga menegaskan bahwa pria 44 tahun itu meluncur di medan yang aman, bukan di zona off piste seperti yang banyak disebutkan.

"Michael dan kelompoknya ber-ski di lereng yang normal. Di antara lereng merah dan biru ada sebuah area dan mereka menuju ke sana," katanya seperti dilansir Autosport.

"Dia sebelumnya membantu seorang teman yang telah terjatuh, ia lalu meluncur ke salju dalam, membentur batu, dan terlempar ke udara dengan mendarat kepala lebih dulu. Itu murni adalah nasib buruk, bukan karena dia melaju kencang," tambah Kehm.

Schumi merupakan sosok yang sangat berpengalaman dalam olahraga ski. Kemampuannya makin terasah kala bergabung dengan Ferrari, karena pabrikan Italia itu rutin menggelar jumpa pers plus lomba ski di pegunungan Alpen. Pria asal Jerman itu selalu jadi pemenang di ajang tersebut.