Sabtu, 31 Agustus 2013

Gerardo 'Tata' Martino Menjaga Filosofi Barcelona





Barcelona adalah sebuah sistem utuh yang memiliki pakem dan filosofi yang jelas. Barcelona yang sedang kita saksikan saat ini adalah Barcelona milik Johan Cruyff dan rasanya masih akan terus begitu dalam beberapa waktu ke depan. Semua yang kita saksikan sekarang dari Barcelona ini adalah penerapan dari sistem total football yang terkenal itu dan Johan Cruyff (bersama Louis van Gaal) adalah filsuf yang mengajarkan itu ke Barcelona.

Ketika Tito Vilanova harus mengundurkan diri (semoga hanya untuk sementara waktu) dari hiruk pikuk sepak bola, pencarian kandidat pelatih Barcelona sebenarnya hanya dibatasi oleh satu aturan: siapaapun ia, haruslah menganut filosofi dasar sepak bola yang sejalan dengan Barcelona. Untuk itu, pilihan sebetulnya tidak cukup banyak. Lalu ketika pilihan petinggi Barcelona jatuh pada seorang Gerardo ‘Tata’ Martino, para pengamat seperti Jonathan Wilson dan Daniel Colasimone, masing-masing dalam kolomnya di The Guardian dan Bleacher Report, mengatakan bahwa pilihan ini sama sekali tidak mengherankan.

Sebagai latar belakang, Tata Martino, sebagaimana halnya Josep Guardiola dan Mauricio Pochettino, adalah murid Marcelo Bielsa. Martino dan Pochettino pernah bermain di bawah arahan Bielsa di Newell’s Old Boys pada dasawarsa 1990-an, sementara orang pertama yang dimintai nasihat soal bagaimana melatih Barcelona oleh Pep Guardiola adalah Marcelo Bielsa. 

Bielsa memang tidak pernah secara langsung terlibat dengan Barcelona, akan tetapi, dua entitas ini menganut paham yang sama. Bielsa adalah seorang master dalam bermain sepak bola proaktif. Tim yang diasuh Bielsa sebisa mungkin harus berinisiatif lebih dulu menguasai bola. Apabila bola lepas dari penguasaan timnya, pressing ketat langsung diberlakukan kepada lawan. Selain itu, ‘El Loco’ Bielsa selalu menuntut anak asuhnya untuk bisa bermain di lebih dari satu posisi. Semuanya harus cair dan dinamis.

Familiar? Tentu saja, karena itulah cara bermain Barcelona yang biasa kita saksikan di layar kaca.

Tata Martino mungkin tidak akan senekat Bielsa atau bertele-tele seperti Guardiola. Menurut Daniel Colasimone, Martino lebih mirip dengan Tito Vilanova yang cenderung lebih direct dibanding Guardiola. Martino juga merupakan tipe pelatih yang mau berkompromi dengan dirinya sendiri.

Meskipun ia memilki filosofi yang kuat, ia bisa saja bertindak pragmatis.
Pragmatisme Martino ini bisa disaksikan di tim Paraguay yang diasuhnya pada Piala Dunia 2010 dan Copa America 2011. Martino sadar betul bahwa materi pemain Paraguay hanya berkelas rata-rata. Maka dari itu, mau tak mau, ia meninggalkan idealisme ball retention-nya dan menggantinya dengan shape retention.

Paraguay memang jadi tim yang sangat tidak enak untuk dilihat, tetapi mereka adalah finalis Copa America dan Martino lah yang layak untuk menepuk dada.

Rasanya tidak akan banyak yang diubah Martino dari Barcelona. Penyebabnya jelas. Bagaimana cara mengubah cara bermain tim yang pakem dan filosofinya sudah ditanamkan sejak para pemainnya masih kanak-kanak? Cara bermain Barcelona sudah mendarah daging dan mengubah itu semua berarti mengkhianati filosofi tim.

Martino akan tetap menggunakan pola 4-3-3 yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadfi 3-4-3 atau 3-3-4, khususnya dalam situasi menyerang. Hal ini sudah jamak kita temui di Barcelona baik pada era Guardiola maupun Vilanova. Dalam perubahan formasi itu, Sergio Busquets yang secara normal menempati posisi gelandang bertahan akan beralih fungsi menjadi seorang centre-half.

Posisi centre-half ini, seperti dijelaskan Michael Cox dalam glosarium situs ZonalMarking.net, merupakan posisi hybrid antara gelandang bertahan dan bek tengah. Centre-half yang dimaksud di sini bukan merupakan bek tengah seperti yang jamak dikenal oleh orang-orang Inggris. Centre-half yang akan diperankan Busquets ini mirip dengan peran yang dilakoni Carsten Ramelow di Bayer Leverkusen beberapa tahun silam.

Kemudian, ketika Busquets sedang melakoni peran unik ini, duo full-back Barcelona, Daniel Alves dan Jordi Alba/Adriano, akan merangsek naik ke lini tengah dan berubah fungsi menjadi wing-back. Dalam kasus ekstrem, seperti ketika menghadapi Santos di final Piala Dunia Antarklub 2011, Alves bahkan bisa berperan sebagai winger kanan ekstra.

Di lini tengah dan depan, cara bermain tidak akan berubah banyak. Selain itu, kedalaman materi yang dimiliki Barcelona di dua lini ini akan memudahkan Martino untuk merotasi pemain-pemainnya. Jika ada yang berubah, paling-paling hanya instruksi Martino untuk membawa bola lebih cepat ke depan dan sedikit mengurangi tiki-taka yang bagi sebagian orang, membosankan itu.

Meskipun terlihat sempurna, sejatinya Barcelona masih menyimpan kelemahan yang sama dari tahun ke tahun. Pertama, lini belakang mereka sangat rapuh terutama dalam situasi serangan balik. Sudah tidak terhitung berapa gol yang bersarang di gawang Barcelona akibat kelemahan ini. Kedua, soal physicality alias kekuatan. Jika Anda menyaksikan bagaimana Barcelona dihabisi Bayern Muenchen di Liga Champions musim lalu, akan kentara betul bagaimana Barcelona tidak mampu berbuat banyak melawan tim yang punya skill seimbang, namun memiliki kekuatan fisik yang lebih baik.

Dua problem ini sebetulnya sudah disadari betul oleh pihak Barcelona. Hingga saat ini, mereka masih terus mencari seorang bek tengah handal untuk menggantikan Carles Puyol yang menua dan kian rentan cedera.

Nama-nama macam David Luiz, Laurent Koscielny, hingga Daniel Agger acapkali disebut-sebut sebagai kandidat, namun realisasinya belum nampak sama sekali.

Kemudian, soal kekuatan fisik itu sebetulnya sudah ingin diselesaikan Barcelona lewat kedatangan Alex Song. Namun, sampai saat ini, Alex Song masih lebih sering terlihat seperti pemain yang tersesat dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan filosofi permainan Barcelona.

Pada akhirnya, Barcelona tidak akan mengalami banyak perubahan di bawah komando Tata Martino. Barcelona masih akan bertahan dengan cara bermain yang sama, memiliki kekuatan serta kelemahan yang sama, dan masih akan selalu menjadi Barcelona yang disegani, baik di Spanyol maupun Eropa.

Kamis, 29 Agustus 2013

Roy Suryo Meminta Maaf Karena Lupa Lirik Indonesia Raya

ANTARA/Regina Safri
Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo meminta maaf atas insiden salah lirik saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Insiden ini terjadi pada laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/8/2013).
"Tweeps Yth, Tadi ada "insiden" saat Mendamaikan Supporter Persija-Persib Menyanyikan Lagu Indonesia Raya karena mengikuti Flow. Mohon Maaf," tulis Roy Suryo dalam akun twitter-nya.
Seperti diketahui, insiden ini terjadi saat Roy Suryo berusaha menenangkan suporter Persija dan Persib yang terlibat kericuhan di tribun penonton.
Saat itu, Roy Suryo salah lirik saat lirik yang seharusnya "Di sanalah aku berdiri" justru dinyanyikan Roy dengan lirik "Di sanalah tanah airku". Sadar kesalahannya itu, Roy Suryo pun menghentikan nyanyiannya dan meminta suporter untuk tetap bernyanyi dan melanjutkan lagu tersebut.

Rabu, 28 Agustus 2013

Usai Dapat Kartu Merah, Kiper Ini Selamatkan Nyawa Seorang Penonton

Usai Dapat Kartu Merah, Kiper Ini Selamatkan Nyawa Seorang Penonton!
Selalu banyak intrik dan peristiwa-peristiwa menarik yang bisa kita saksikan dari lapangan hijau pertandingan sepakbola. Salah satunya adalah yang terjadi pada seorang penjaga gawang bernama Ben Scott.
Layaknya seorang penjaga gawang, Scott sudah biasa untuk menyelamatkan gawangnya dari ancaman serangan lawan. Tapi kali ini, Scott dengan sukarela menyelematkan nyawa seorang penonton yang tengah menonton timnya, Stocksbridge Park bertanding.
Aksi Scott tersebut dilaporkan oleh BBC saat Stocksbridge Park bertanding di petandingan non liga melawan King's Lynn Town. Saat itu, Scott baru saja diganjar kartu merah karena aksinya yang melanggar pemain lawan.
Tentu saja, Scott pun mendapatkan cemoohan. Menariknya, tak lama kemudian Scott ikut masuk ke sebuah kerumunan penonton dan ikut membantu seorang penonton yang diduga terkena serangan jantung bersama tim ambulance.
"Ketika aku meninggalkan lapangan, seorang gadis melewati saya. Dia mengatakan, 'Seorang pria meninggal.' Jadi, saya mengikutinya ke kerumunan dan menemukan pria tersebut terbaring di lantai," ungkap Scott.
Kemudian, Scott pun ikut melakukan pertolongan pertama bersama tim medis yang berasal dari St. John Ambulance.
"Tindakan penyelamatan itu hasil kerja tim yang fantastis dan memberikan pria tersebut kesempatan untuk bertahan hidup. Anda harus ingat bahwa orang-orang ini (St John Ambulance) melakukannya sukarela. Mereka fantastis," beber kiper berusia 29 tahun tersebut.
Setelahnyam Scott pun malah mendapatkan aspirasi dari kedua belah pendukung termasuk dari pendukung King's Lynn Town yang sebelumnya mengoloknya.

Selasa, 27 Agustus 2013

Mike Tyon Sekarat


Mike Tyson mengaku sekarat akibat kecanduan alkohol dan narkoba yang berkepanjangan. "Saya ingin hidup normal. Saya tak ingin mati. Saya sekarang sekarat karena saya sangat tergantung dengan minuman keras," kata Tyson seperti dikutip saluran televisi olahraga ESPN dan dilansir BBC, Senin (26/8/13).
Tyson resmi mundur dari tinju profesional pada 2006 dan menghadapi beberapa kasus pidana di luar ring. Petinju yang menyabet gelar juara dunia kelas berat versi WBC, WBA, dan IBF pada usia 20 tahun ini mengakui kadang melakukan hal-hal yang buruk.
"Saya melakukan hal-hal buruk dan saya ingin sekali dimaafkan. Saya berharap mereka bisa memaafkan saya," ucap petinju berjuluk si leher beton tersebut. "Saya ingin mengubah hidup saya, saya ingin menjalani hidup yang lebih baik."
Tyson mengakui persoalan ketergantungan terhadap minuman keras dan narkoba belum sembuh. Ia berharap persoalan ini akan segera berakhir. "Saya tidak mengonsumsi obat terlarang atau minum alkohol dalam enam hari terakhir. Ini keajaiban," ungkapnya.
"Saya berbohong bahwa saya selama ini baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak. Saya bertekad untuk tidak lagi menyentuh minuman keras dan obat-obatan terlarang," tegas Tyson.

Senin, 26 Agustus 2013

Pusat Kekuatan Terbaik di Seria A Italia 2013/2014


Lini tengah masih dipandang sebagai pusat kekuatan sebuah tim, meski taktik sepak bola kian menekankan pada kolektivitas permainan. Lini tengah berfungsi sebagai pengatur serangan sekaligus saringan pertama pada lini pertahanan. Di kompetisi yang tengah berupaya bangkit seperti Seri A, keberadaan para centrocampo ini sangat krusial guna mengarahkan permainan, juga menandingi kekuatan tim-tim besar di kompetisi antarklub Eropa. Berikut beberapa tim yang berpotensi memiliki lini tengah terbaik:

1. Juventus

Trio Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Claudio Marchisio telah bersama dalam dua musim terakhir dan sejauh ini merupakan pusat kreativitas yang juga merangkap sebagai sumber gol Bianconeri. Kemampuan mengumpan yang dimiliki Pirlo adalah jaminan Juve untuk menguasai setiap laga. Lini tengah Juventus kian solid dengan kedatangan Paul Pogba, anak ajaib yang disia-siakan Manchester United. Demi memainkan Pogba, Antonio Conte bahkan kerap menempatkan Marchisio lebih ke depan.

Pirlo masih dapat diandalkan sebagai deep-lying playmaker. Di posisi ini, ia masih yang terbaik di Italia, bahkan di Eropa. Handal dalam bola mati, mendikte permainan sekaligus mengirim umpan ke segala arah adalah kelebihan utamanya. Sementara Vidal kian menunjukkan diri sebagai gelandang yang komplit. Disamping memiliki permainan yang bertenaga, Vidal juga kerap memecah kebuntuan tim dengan kemampuan mencetak gol dari jarak jauh.

2. AC Milan 

Pulihnya cedera Nigel De Jong adalah kabar gembira bagi Milan, ia diharapkan mampu menggantikan peran Massimo Ambrosini yang hengkang ke Fiorentina. Dengan De Jong sebagai gelandang jangkar, Riccardo Montolivo dapat lebih leluasa mendistribusikan bola bahkan ikut naik menekan pertahanan lawan. Milan juga melakukan pembelian cerdik terkait Andrea Poli. Gelandang ini tampil cemerlang musim lalu di Sampdoria dan dalam masa pramusim tampil begitu meyakinkan.

Milan sebenarnya berkeinginan untuk memainkan pola 4-3-1-2 musim ini. Pola ini membutuhkan sosok gelandang serang handal, yang hingga kini masih belum dimiliki Milan. Kevin-Prince Boateng sudah berkali-kali menunjukkan performa kurang meyakinkan jika dipasang di posisi ini, sementara pemain baru Riccardo Saponara masih diganggu cedera sehingga belum sempat bermain di laga pramusim. 

3. AS Roma

Musim ini, Roma memiliki barisan tengah yang sangat menjanjikan, apa lagi sebabnya jika bukan karena kedatangan Kevin Strootman. Pemain internasional Belanda yang masih berusia 22 tahun ini telah menjadi incaran klub-klub Inggris seperti Manchester United atau Tottenham Hotspur, namun akhirnya ia memutuskan untuk memilih Roma setelah mendapatkan saran dari Mark Van Bommel, eks pemain Milan.

Strootman dapat dimainkan sebagai gelandang tengah bersama Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic. Mereka bertiga dapat menghasilkan kombinasi permainan yang paten dan menjadikan lini tengah Il Giallorossi sebagai salah satu yang terbaik. Selain mereka, Roma masih memiliki Simone Perotta, Michael Bradley dan gelandang muda Alessandro Florenzi.

4. Lazio 

Musim lalu, Lazio adalah tim yang mampu memainkan sepak bola yang bagus karena lini tengahnya yang solid. Prestasi mereka sebagai pemenang Piala Italia adalah kontribusi nyata dari kekuatan lini tengah. Kehadiran Lucas Biglia dan Felipe Anderson diyakini akan semakin menambah kekuatan ruang mesin tim ini. Kombinasi mereka dengan Hernanes dan Antonio Candreva akan menghasilkan lini tengah yang kreatif dan produktif.

Hadirnya Biglia sebagai jangkar adalah sesuatu yang dibutuhkan Lazio. Dengan demikian, pelatih Vladimir Petkovic dapat menugaskan Cristian Ledesma sebagai pengatur permainan. 

5. Fiorentina

Musim lalu, trio David Pizarro, Borja Valero dan Alberto Aquilani menghadirkan permainan yang cantik dengan umpan-umpan pendek cepat. Namun trio ini memiliki kelemahan dalam hal bertahan karena ketiga pemain ini lebih berkarakter sebagai pengumpan. Kehadiran sosok jangkar berpengalaman seperti Massimo Ambrosini akan membantu mengokohkan pertahanan Fiorentina dari lini tengah.

Fiorentina juga mengandalkan duet wingback, Manuel Pasqual di kiri dan Juan Cuadrado di kanan. Kehadiran mereka akan semakin berguna bagi tim mengingat Mario Gomez memperkuat tim ini. Kepiawaian Gomez dalam menyambut umpan silang akan menjadi senjata ampuh bagi Fiorentina.

Di luar tim-tim, Napoli memiliki barisan gelandang bagus yang dihuni Gokhan Inler, Valon Behrami, Marco Donadel dan juga Blerim Dzemaili. Jika Rafael Benitez sudah menemukan komposisi terbaik, maka Napoli akan menjadi tim dengan lini tengah menakutkan. Pengamatan khusus juga layak diberikan kepada duet gelandang Genoa, Juraj Kucka dan Francesco Lodi dan juga barisan tengah Inter yang dihuni tenaga-tenaga muda seperti Mateo Kovacic dan Saphir Taider.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Franck Ribery Tak Mau Pegang Botol Bir


Sekedar Pegang Botol Bir pun Franck Ribery Tak Mau


Konsistensi dan keteguhan iman Franck Ribery patut diacungi jempol. Winger Bayern Muenchen ini kembali menunjukkan eksistensinya sebagai muslim dengan menolak bersentuhan dengan segala hal yang berbau minuman keras. Gelandang asal Prancis itu menolak untuk memegang bir pada sesi pemotretan salah satu sponsor Bayern Muenchen, Paulaner Brewery.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Ribery mendapat izin dari manajemen klub untuk tidak memegang bir dalam sesi pemotretan. Meski Paulaner Brewery tergolong bir non-alkohol, mantan pemain Olympique Marseille itu tetap memutuskan untuk tidak memegang bir.
Sebagai seorang Muslim, Ribery sadar minum minuman beralkohol adalah haram. Sepanjang sesi pemotretan, gelandang 30 tahun itu hanya berusaha untuk membaur dengan skuat dan staf pelatih Munich yang meminum bir.
Ribery bukan satu-satunya pemain Munich yang memutuskan untuk tidak memegang bir pada sesi pemotretan. Masih ada gelandang asal Swiss, Xherdan Shaqiri, yang juga seorang Muslim. Shaqiri juga tidak memegang bir saat sesi pemotretan.
Ini bukan kali pertama Ribery berurusan dengan bir. Saat perayaan gelar Bundesliga musim lalu, Ribery sempat kesal dengan rekan setimnya, Jerome Boateng, yang menyiramnya dengan bir.
Mantan pemain Olympique Marseille itu memang dikenal sebagai muslim yang taat. Ribery menjadi orang pertama yang mendesak manajemen klub untuk mendirikan musala di Stadion Allianz Arena. Selain itu, ia kerap melakukan ibadah haji di sela-sela kesibukannya sebagai pesepak bola.

Kamis, 22 Agustus 2013

Kronologis Tindakan Aniaya Greg Versi Gebi

Greg Nwokolo. (TEMPO/Aris Novia Hidayat)

Pemain andalan Arema Cronous, Greg Nwokolo, diterpa tuduhan kasus pemerkosaan dan kekerasan. Hal tersebut, bermula dari laporan Rahelia Gebi, pada Jumat (16/8) ke Polisi Resor (Polres) Jakarta Selatan, dan tertuang dalam surat laporan polisi bernomor LP/1632/K/VIII/2013/Restro Jakarta.
Wanita berusia 25 tahun tersebut, menuding Greg akibat sudah melakukan perbuatan tidak senonoh dan membekap mulutnya. Bahkan, Dia juga mengatakan kalau Greg sempat memukulnya.
Dalam laporannya, Gebi dan temannya Rani menceritakan telah diajak bersenang-senang Greg dan Raphael Maitimo dari tempat hiburan malam, kawasan Senayan, Jakarta. Sepulang dari aktivitas tersebut, Greg meminta Geby tidur di kamarnya.
Tidak lama berselang, Geby mengungkapkan, jika di kamar itulah Greg melakukan perbuatan tidak senonoh. Alhasil, Geby kini menuduh Greg dengan Pasal 351 tentang penganiayaan dan percobaan pemerkosaan.
Sementara itu Pengacara Greg Nwokolo, Ramdhan Alamsyah menuding Rahelia Gebi hanya wanita yang sedang cari sensasi. Malahan Ramdhan mengancam akan melaporkan balik Gebi dengan tuduhan pencemaran nama baik.
"Itu hanya mencari sensasi saja. Kalau seperti ini, dia sudah mencemarkan nama baik Greg. Kini, kami akan memberikan surat kepada kepolisian berisi tentang pencemaran nama baik," ujar pengacara Greg Nwokolo, Ramdhan Alamsyah.

Adik Pelapor Greg Nwokolo Buka Suara

Greg Nwokolo. (TEMPO/Aris Novia Hidayat)

Penyerang Timnas Indonesia dan Arema Indonesia Greg Nwokolo memberikan penjelasan dan menceritakan kronologi kejadian di rumahnya terkait tuduhan Rahelia Geby yang melaporkannya ke polisi dengan tuduhan penganiayaan dan upaya pemerkosaan.
Dalam jumpa wartawan yang dilakukan pada Rabu, 21 Agustus 2013 petang di sebuah cafe di bilangan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Ada pemandangan menarik dalam jumpa pers tersebut terkait kasus Greg.
Greg hadir didampingi oleh kuasa hukumnya Ramdan Alamsyah dan seorang wanita yang merupakan adik Geby sekaligus saksi yang disertakan oleh pihak pemain Arema Indonesia.
Wanita tersebut bernama Agatha Christy Floris yang merupakan adik kandung dari Gebby. Wanita yang akrab dipanggil Tata itu merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan Greg pada 4 Juli 2013 di Jakarta.
"Awalnya, Geby saya kenalkan kepada Greg. Karena dia ngotot ingin dikenalkan kepada Greg ketika itu," ujar Tata.
Dalam jumpa wartawan yang dilakukan pihak Greg. Tata menjelaskan mengenai sang kakaknya, Geby. Dia berpikir bahwa sang kakak hanya mencari popularitas semata.
"Saya pikir Geby hanya mencari popularitas saja dan tidak mungkin hal itu terjadi. Karena kali ini, Greg sedang naik daun sebagai pemain bola," ujar wanita berkulit putih itu.
"Sepertinya Geby sengaja menggangu konsentrasi Greg dalam dunia sepak bola," tambahnya.
Di samping itu, dia juga enggan menjelaskan mengenai pekerjaan sang kakak, dia mengatakan, "Saya tidak mengetahui pekerjaan dari kakak saya saat ini," ujar Tata.
"Hingga saat ini kami masih tinggal serumah hingga sekarang," tambahnya.
Geby juga dikatakan mengancam Tata agar tidak mencampuri masalahnya dengan Greg. "Sudah, kamu tidak perlu ikut campur dengan masalah ini," ujar Agatha terkait masalah ini

Rabu, 21 Agustus 2013

Seni Bela Diri Campuran: Dari Jepang ke Seluruh Dunia

ONE FC. (Dokumentasi ONE FC)

13 September 2013 nanti, sebuah ajang pertarungan bela diri campuran atau dikenal dengan mixed martial arts (MMA) bakal digelar di Jakarta. Petarung Indonesia, Vincent Majid siap menghadapi petarung asal Malaysia, Eugenio Tan untuk memperebutkan gelar juara Kelas Berat Ringan.

Pertarungan bela diri jenis ini tampaknya mulai menjamur. Dari sisi tontonan memang menarik, karena sifatnya yang minim aturan. Bahkan cenderung bebas. Selain itu, mampu mempertemukan berbagai aliran bela diri.  Dari gulat hingga silat dan Jiu-Jitsu.

Seni tarung bebas ini, seperti dicatat USA Today, pertama kali diperkenalkan di Jepang oleh Satoru Sayama, pegulat profesional Negeri Matahari Terbit, pada 1985. Namun pertarungan resminya, ungkap Jordan Breen, kolumnis MMA - di antaranya di New York Times dan ESPN.com - pertama kali digelar pada 1986. Itu pun khusus amatir. Sedangkan profesional dimulai tiga tahun kemudian.

Setelah itu, bela diri yang juga dikenal dengan sebutan Shooto tersebut terus berkembang. Masuk ke Amerika di akhir 1980-an, diperkenalkan oleh Yorinaga Nakamura. Anak didik Sayama ini mulai mendirikan Inosanto Academy, pusat latihan Shooto di Negeri Paman Sam, pada 1991.

Dari sinilah lahir para petarung terkenal, di antaranya Erik Paulson, Ron Balicki, Dan Inosanto serta Larry Hartsell. Mereka di bawah bimbingan Nakamura. Seni bela diri ini terus merambah ke Kanada, Amerika Latin, juga Eropa. 

Sejak 1993, mulai lahir kejuaraan tarung bebas dengan nama Ultimate Fighting Championship (UFC) yang menggelar turnamen MMA professional di Amerika Serikat. Seperti virus, ia cepat menyebar. Sampai-sampai, Senator Amerika ketika itu, John McCain, menyebutnya “sabung ayam” lantaran ganasnya pertarungan tersebut.

Tiga tahun setelah UFC lahir, McCain sempat berkirim surat kepada seluruh gubernur di Amerika agar melarangnya. Tak berhasil.

Rupanya, sebagai tanah kelahiran seni bela diri campuran itu, Jepang tak mau kalah. Pride Fighting Championship – belakangan menjadi organisasi MMA terbesar di Jepang – lahir pada 1997. Selanjutnya, ajang dengan nama DREAM ikut muncul sebelas tahun kemudian. 

Sementara perhelatan serupa yang paling bungsu, namun jadi terbesar di kawasan Asia adalah One Fighting Championship. Ajang tarung yang pertama kali diluncurkan pada 2011 di Singapura inilah yang masuk ke Indonesia setahun setelah itu.

Walaupun dari sisi tontonan televisi sebenarnya, pertarungan seni bela diri campuran nan bebas ini sudah masuk ke Indonesia sejak 2002 lewat program televisi UFC. Dilarang oleh Komisi Penyiaran Indonesia pada 2004, tapi muncul lagi lima tahun kemudian.

Nah kini, yang hadir bukan sekadar tayangan televisi. Tapi pertandingan langsung.  

Setelah penyelenggaraan pertama ONE FC tahun lalu, geliat seni bela diri campuran makin terasa. Misalnya, diperlihatkan dengan berdirinya beberapa organisasi yang menaungi bela diri campuran tersebut, seperti Federasi Beladiri Indonesia (FOBI) dan Organisasi Martial Arts Indonesia (OMI).

Jadi, pada pertarungan 13 September mendatang, merupakan kali kedua One FC digelar di Indonesia. Karena itu, selain petarung asal Indonesia dan Malaysia yang bertarung untuk memperebutkan gelar, ada juga pertarungan lain.

Petarung veteran asal Jepang Shinichi Kojima dan Yasuhiro Urushitani akan bertanding. Satu di antaranya akan memegang gelar Juara Dunia One FC Kelas Terbang.

Mantan Kiper Timnas, Hermansyah Disanksi Enam Bulan

Mantan Kiper Timnas, Hermansyah Disanksi Enam Bulan

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi untuk pelatih kiper PS Bangka, Hermansyah. Ini buntut dari perilaku tak senonoh mantan kiper timnas Indonesia era 1980-an itu yang menunjukkan alat vital kepada perangkat pertandingan.
Hermansyah dihukum enam bulan dilarang mendampingi tim saat bertanding. Komdis bergerak cepat mengusut perilaku buruk yang dipertontonkan mantan kiper Timnas Indonesia Hermansyah di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (19/8/13).
Kejadian itu terjadi pada laga PS Bangka melawan PSIS Semarang pada babak 12 besar grup 1 Divisi Utama PT Liga Indonesia."Hermansyah dihukum larangan mendampingi tim di bench dan ruang ganti pemain. Namun, ia tetap bisa melatih," ujar Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan pada Rabu (21/08/13).
Hinca menjelaskan, Hermansyah melanggar pasal 58 dan pasal 150 tentang kode disiplin PSSI. Dengan mengeluarkan alat vital di stadion, Hermansyah mencederai fair play dengan tubuhnya.
"Hermansyah telah melakukan tindakan yang tidak sportif. Dengan jelas, ia melanggar pasal 58 dan 150 kode disiplin PSSI," tukasnya.
Hinca juga mengucapkan terimakasih kepada fotografer yang berhasil mengabadikan momen tersebut. Bukti foto tersebut kemudian diperkuat dengan laporan perangkat pertandingan.
Sementara itu, Hermansyah mengaku perilakunya itu sebagai ekspresi dari akumulasi kekecewaan.Dalam laga itu, Hermansyah merasa penonton, wasit hingga Panpel, memperolok PS Bangka.
Namun terlepas dari hal tersebut dia menyadari perbuatan yang ia lakukan adalah contoh buruk dan jangan ditiru."Saya pribadi menyadari kesalahan yang saya lakukan dan merupakan contoh buruk, namun semua itu karena sangat kecewa PS Bangka dikerjai melewati batas," katanya kepada media.