Selasa, 31 Desember 2013

Zlatan Ibrahimovic Berharap Lionel Messi Gabung Paris Saint-Germain


Zlatan Ibrahimovic menyampaikan harapan untuk melihat Lionel Messi mengikuti jejaknya bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Walaupun kolaborasinya dengan Messi semasa di Barcelona tidak terlalu sukses, Ibra meyakini keadaannya akan berbeda di Parc des Princes, dan kehadiran kapten timnas Argentina itu bakal meningkatkan level skuat Les Parisiens.

"Kalau dia dijual maka seluruh dunia akan mengejarnya, bukan hanya PSG," ucap Ibracadabra di kamp latihan musim dingin PSG di Doha, Qatar, seperti dilansir Sky Sports.

"Saya tak mengetahui situasinya, tapi saya pikir dia sangat bahagia di Barcelona."

"Pers yang menciptakan rumor [kepergian Messi] tapi hanya dia yang mengetahui kebenarannya. Proyek PSG adalah untuk bermimpi lebih besar, tapi kalau Anda membeli Messi, Anda tak bermimpi lebih besar, Anda menjadi lebih besar," tandas bomber jangkung Swedia ini.




Senin, 30 Desember 2013

Kondisi Michael Schumacher Pasca Kecelakaan Ski


Juara F1 tujuh kali, Michael Schumacher dikabarkan mengalami kecelakaan saat bemain ski di pegunungan Alpen, Minggu (29/12/2013) waktu setempat.
Setelah dikabarkan sempat sadar sebentar usai mengalami kecelakaan lalu dibawa ke rumah sakit di Grenobel, kini kondisi Schumi dikabarkan memburuk bahkan dikabarkan sedang sekarat. Dia dikabarkan masih belum sadarkan diri hingga saat ini.
Schumi didiagnosa mengalami pendarahan di otaknya. Pihak rumah sakit juga telah mendatangkan beberapa ahli untuk menangani mantan pembalap asal  Ferarri tersebut.
Media asal Prancis, Le Dauphine Libere, Senin (30/12/2013) mengabarkan bahwa kondisi dari Schumacher semakin memburuk. Keterangan itu didapatkan harian asal Prancis dari salah seorang sumber terdekat Schumi.
Sementara itu, juru bicara keluarga Schumacher, Sabine Kehm mengatakan bahwa kondisi dari pria asal Jerman itu mengalami sedikit geger otak dan pendarahan di kepala. Tapi dia enggan memastikan bahwa kondisi itu buruk atau tidak karena masih ditangani pihak rumah sakit.
Schumi dikabarkan sedang berlibur dengan anaknya di resor mewah yang berada di Prancis itu. Ini memang menjadi salah satu lokasi favorit bagi kalangan elite di Eropa. Schumi memang hobi main ski dan sebuah lintasan di Madonna di Campiglio bahkan memakai nama dia.

Sabtu, 28 Desember 2013

Paris Saint-Germain Siap Datangkan Lionel Messi


Paris Saint-Germain dikabarkan siap mendatangkan bintang Barcelona Lionel Messi ke klub kaya raya Ligue 1 Prancis, demikian dilansir Le Parisien.

PSG disebut-sebut merupakan salah satu klub yang mampu membayar biasa pelepasan kontrak Messi senilai €250 juta.

Pemain asal Argentina itu kabarnya tidak merasa senang dengan komentar Javier Faus tentang pembaruan kontraknya, yang memunculkan isu dengan otoritas pajak Spanyol dan tidak jelas masa depannya menyusul kedatangan Neymar.

Pihak PSG diyakini tidak akan melihat adanya masalah kalau Messi nantinya berduet dengan Zlatan Ibrahimovic, meski keduanya sempat sulit kompak dalam permainan Azulgrana.

Ibra sendiri pernah berkali-kali menyatakan kalau Messi adalah pemain terbaik di dunia dan perbedaan dirinya bukan dengan sang bintang, namun justru dengan mantan pelatih Pep Guardiola.

Kamis, 26 Desember 2013

Moyes: Cleverley Ideal untuk Timnas Inggris

Gelandang Manchester United, Tom Cleverley, mendapat dukungan dari David Moyes untuk tampil bersama Inggris di Piala Dunia 2014. Moyes menilai Cleverley adalah pemain yang dibutuhkan oleh Roy Hodgson.

Cleverley memulai Premier League musim ini dengan tidak terlalu baik. Dia bersama Ashley Young menjadi pemain yang menjadi sasaran kritik menyusul laju MU yang juga tersendat.

Namun Moyes menilai Cleverley sudah makin berkembang dalam beberapa laga terakhir. Pesepakbola 24 tahun itu juga baru mencetak gol perdananya di musim ini saat 'Setan Merah' memetik kemenangan 3-1 di markas Aston Villa.

Karena itu, Moyes menyebut Cleverley layak memperkuat The Three Lions di Piala Dunia 2014 mendatang. Menurutnya, Cleverley adalah pemain yang ideal untuk Inggris.

"Saya pikir dia adalah tipe pemain yang ingin dibawa oleh Roy Hodgson. Dia akan butuh pemain yang bisa mengatasi pemain lain, yang mau mengerjakan dua atau tiga tugas berbeda, dan saya yakin Tom akan benar-benar senang menjadi bagian dari itu," ucap Moyes seperti dikutip Guardian.

"Kami jelas menyukainya. Dia luar biasa saat latihan dan untuk pemain muda, dia sekarang cukup berpengalaman," imbuh mantan manajer Everton itu.

Cleverley punya 13 caps bersama timnas Inggris dan belum pernah mencetak gol. Dia juga beberapa kali dimainkan Hodgson saat Inggris tampil di babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Rabu, 25 Desember 2013

Ferrari Akan Pertahankan Alonso Hingga Kontraknya Habis

Beredar rumor bahwa Fernando Alonso akan cabut dari Ferrari sebelum kontraknya habis 2016. Tapi 'Tim Kuda Jingkrak' menyanggahnya dan menyebut Alonso akan menghabiskan kariernya di tim itu.

Rumor itu beredar pasca komentar pedas Alonso musim lalu yang menyebut Ferrari setengah hati memberinya mobil yang bagus demi bersaing dengan Sebastian Vettel, yang akhirnya menjadi juara dunia F1.

Komentar itu ditanggapi dingin oleh bos Ferrari, Luca Di Montezemolo, dengan dingin dan meminta Alonso fokus saja pada penampilannya di atas sirkuit.

Hal ini kemudian membuat Alonso dinilai sedang tak harmonis hubungannya dengan Ferrari dan membuka peluang dirinya bergabung ke tim rival seperti McLaren Mercedes atau Red Bull Racing. Bahkan McLaren sudah siap membawa kembali Alonso pada musim 2015.

Tapi Di Montezemolo membantah semua rumor itu dan mengklaim bahwa hubungannya dengan Alonso baik-baik saja.

"Spekulasi soal masa depan Alonso adalah berita bagus untuk media, terkadang bagus juga untuk publik," ujar Di Montezemolo seperti dilansir Autosport.

"Saya sangat puas dengan Fernando. Dia punya kontrak dengan kami hingga akhir musim 2016. Fokus saya adalah memberinya mobil yang lebih baik," sambungnya.

Selasa, 24 Desember 2013

Liverpool Memasuki Periode Boxing Day

Semua orang yang terkait dengan Liverpool sudah bisa mulai memasuki alam mimpi pada akhir tahun 2013. Jika Liverpool meraih kemenangan pada dua laga berat kontra Manchester City dan Chelsea pada periode Boxing Day, posisi mereka di puncak klasemen tidak akan tergoyahkan.
Hingga berita ini diturunkan Liverpool masih bercokol di puncak klasemen sementara Premier League. Dengan koleksi 36 angka dari 17 pertandingan The Reds mengantongi keunggulan satu angka dari Arsenal yang berada di peringkat kedua.
Posisi Liverpool bisa terdepak jika Arsenal meraih kemenangan atas Chelsea pada Selasa (24/12/2013) dinihari tadi. Jika Arsenal gagal mengalahkan Chelsea di Emirates Stadium, Liverpool sudah pasti akan tetap berada di posisi puncak klasemen sementara saat Natal.
Ini akan menjadi torehan pertama The Reds sejak 2008. Well, apakah ini menjadi pertanda Steven Gerrard dkk akan menjuarai Premier League musim ini?
Setelah Natal skuad asuhan Brendan Rodgers menghadapi dua jadwal tandang yang berat, yaitu kontra Manchester City di Etihad Stadium (27/12) dan Chelsea (29/12/2013).
Legenda Liverpool, Alan Hansen, mengatakan jika The Reds mampu mengoleksi empat angka dari dua laga tersebut, Liverpudlian bisa mulai bermimpi tim kesayangan mereka meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya sejak 1989/90. "Tapi saya yakin bahaya bagi semua orang yang terhubung dengan klub, bila mereka terlalu yakin akan menjuarai liga," tulis Hansen di Irish Independent.
Empat angka dari dua pertandingan? Rasanya sulit apalagi mengingat Manchester City begitu perkasa di kandang sepanjang musim ini. Dari delapan laga kandang Premier League musim ini skuad asuhan Manuel Pellegrini selalu meraih hasil sempurna.
Rentetan itu juga dibarengi torehan 35 gol dari total 51 gol mereka hingga pekan ke-17. Etihad Stadium juga menjadi kuburan bagi tim-tim besar seperti Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Arsenal. Dua nama terakhir bahkan kemasukan enam gol ketika melawat ke Etihad Stadium.
Namun demikian Brendan Rodgers sama sekali tidak gentar menghadapi dua laga sulit ini. Mengenai lawatan ke Manchester, Rodgers secara terang-terangan menyatakan timnya justru menantikan hal tersebut. Rodgers mengatakan pada musim lalu timnya nyaris menang meski akhirnya bermain imbang 2-2.
"Kami sedang menikmati tren yang bagus, kualitas permainan kami saat ini berada di level atas. Kami sangat baik menekan lawan dan ambisi kami untuk merebut bola bagus. Kami akan menghadapi Boxing Day dalam momen yang sangat bagus," tutur pria Irlandia Utara tersebut di situs resmi klub.

Senin, 23 Desember 2013

Penutupan SEA Games XXVII

SEA Games XXVII resmi ditutup pada Minggu (22/12/2013) malam. Thailand menjadi juara umum, sementara Myanmar juga meraih sukses tuan rumah. Indonesia? Untuk kali ketiga 'Merah Putih' terlempar dari tiga besar.

Seremoni penutupan SEA Games XXVII dilangsungkan di Wunna Theikdi Stadium, Nay Pyi Taw. Pertunjukan musik selama sekitar satu jam yang diselingi dengan penampilan arti-artis Myanmar dan pertunjukan kesenian setempat memeriahkan acara yang dihadiri langsung oleh Presiden Thein Sein itu.

Setelah secara dimulai pada 11 Desember lalu, SEA Games edisi tahun 2013 resmi ditutup. Tampil sebagai juara umum di event antarnegara se-Asia Tenggara ini adalah Thailand. Kontingen 'Gajah Putih' total merebut 107 emas, 94 perak dan 81 perunggu.

Ini merupakan gelar juara umum ke-12 buat Thailand, sejak event ini pertama digelar tahun 1959 silam dengan nama Southeast Asian Peninsular Games. Indonesia masih menjadi negara tersukses kedua dengan 10 kali jadi juara umum, meski baru berpartisipasi sejak tahun 1977.

Terlepas dari beberapa kendala di sana-sini, dan keluhan-keluhan yang muncul sepanjang penyelenggaraan, Myanmar terbilang sukses menggelar event dua tahunan tersebut. Mereka menepis kekhawatiran dan keraguan yang sebelumnya sempat menyeruak terkait kemampuan menggelar event SEA Games.

Bukan cuma sukses menjadi tuan rumah, Myanmar juga meraih sukses prestasi karena mereka bercokol di posisi dua klasemen perolehan medali. Hingga Senin (23/12/2013) dinihari WIB mereka mengumpulkan 86 emas, 62 perak dan 85 perunggu.

Duduk di posisi tiga klasemen akhir perolehan medali adalah Vietnam dengan koleksi 73 emas, 86 perak dan 86 perunggu.

Sabtu, 21 Desember 2013

PREVIEW Final SEA Games 2013: Indonesia - Thailand

Timnas Indonesia U-23 bakal menantang Thailand U-23 pada laga final cabang sepakbola SEA Games 2013 di Stadion Zayyarthiri, Nay Pyi Taw, Sabtu (21/12) malam.

Seperti diketahui, timnas U-23 lolos ke partai final usai menang atas Malaysia U-23 melalui adu penalti, skor 5-4. Sedangkan Thailand menang tipis 1-0 atas Singapura U-23.

Bisa dibilang, faktor kebugaran fisik para pemain kedua tim bakal sangat menentukan pada laga final nanti. Pasalnya, baik pemain Indonesia maupun Thailand sama-sama hanya memiliki waktu satu hari untuk memulihkan kondisi fisik. Mengingat, mereka melakoni laga semifinal, Kamis (19/12) kemarin.

Thailand sedikit lebih beruntung lantaran pada babak semifinal,tidak harus melalui perpanjangan waktu 2x15 menit dan adu penalti, seperti yang dialami Indonesia ketika mengalahkan Malaysia.

Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan pun menyadari hal itu. Dia tak ingin kebugaran pemain menjadi kendala, dan membuat dirinya kembali gagal membawa skuat Garuda Muda meraih medali emas. Sebelumnya, pada SEA Games 2011 pelatih yang akrab disapa RD ini gagal mempersembahkan emas setelah timnya takluk dari Malaysia U-23 pada laga final melalui adu penalti, skor akhir 4-5.

Faktor lain yang patut dibenahi oleh Kurnia Meiga Hermansyah dan kawan-kawan adalah kedisiplinan dalam mengawal setiap pergerakan para pemain Thailand. Itu supaya tidak terjadi lagi kebobolan banyak gol seperti yang terjadi pada fase penyisihan grup B.

Saat itu, timnas U-23 kalah dengan skor cukup telak 1-4, 12 Desember lalu. Tim berjulukan Gajah Perang itu memiliki para pemain yang punya naluri mencetak gol sangat tajam.

Bahkan, sementara ini top skor Thailand adalah seorang bek, Pravinwaat Boonyong, yang sudah mengemas tiga gol. Itu membuktikan, Thailand berbahaya di semua lini.

Dari segi mental bertanding, bisa dibilang para pemain timnas U-23 sudah lumayan teruji. Setidaknya, dalam dua laga terakhir ketika mengalahkan tuan rumah Myanmar (1-0), 16 Desember 2013, serta Malaysia di babak semifinal.

Permainan pun lebih berkembang. Itu juga didukung oleh perubahan pola yang diterapkan RD dalam dua laga terakhir dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2.

Kemungkinan besar, RD bakal menurunkan komposisi pemain yang tidak jauh beda seperti saat mengalahkan Malaysia. Mungkin hanya Egi Melgiansyah saja yang diganti dengan Dedi Kusnandar, yang sudah bisa bermain lagi setelah hukuman akumulasi dua kartu kuningnya selesai.

Di lain pihak, kubu Thailand juga tak ingin menganggap remeh Indonesia, meski bisa menang telak pada babak penyisihan grup B. Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, mengingatkan skuat asuhannya untuk tetap mewaspadai setiap jengkal pergerakan para pemain timnas U-23.

Kiatisuk sepertinya bakal memainkan skema 4-3-3 di laga ini dan memanfaatkan serangan dari sisi sayap kanan dan kiri, untuk membongkar pertahanan timnas U-23.

Menarik menunggu laga kedua tim, lantaran ini adalah pertemuan ketiga mereka di partai final SEA Games. Sebelumnya, kedua tim bentrok pada pertandingan final SEA Games 1991 dan 1997. Baik Indonesia dan Thailand saling mengalahkan dalam dua laga final itu melalui adu penalti.

Pada SEA Games 1991 Manila, Indonesia menang 4-3. Sementara pada SEA Games 1997 Jakarta, giliran Thailand yang unggul 5-3. Seperti diketahui, medali emas SEA Games 1991 Manila, Filipina, merupakan medali emas terakhir yang digenggam Merah Putih pada cabang sepakbola SEA Games.

Thailand pun sedang berupaya menggenggam lagi medali emas sepakbola setelah lepas dari tangan mereka dalam dua SEA Games terakhir.

Jumat, 20 Desember 2013

Indonesia Patahkan Rekor 12 Tahun

Kemenangan Timnas Indonesia U-23 atas Malaysia U-23 1-1 (4-3 penalti) pada babak semifinal cabang olahraga sepak bola SEA Games XXVII/2013 di Myanmar, merupakan kemenangan perdana sejak 2001.Sepak bola SEA Games mulai menggunakan pemain di bawah 23 tahun mulai SEA Games 2001 Kuala Lumpur.
Melihat catatan ke belakang, pada pertemuan pertama kali Timnas U-23 pada 2001, Indonesia menderita kekalahan 1-2 dari Malaysia pada babak penyisihan. Kemudian pada SEA Games 2005 di Bacolod, Filipina, Garuda Muda kembali bertemu Harimau Muda Malaya. Ketika itu di pertandingan perebutan tempat ketiga, sayang Indonesia takluk 1-0.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta-Palembang, Indonesia, Garuda Muda dua kali bertemu Malaysia. Pertandingan pertama terjadi pada babak penyisihan, Indonesia ketika itu takluk 0-1. Kemudian, kedua negara bertemu di pertandingan final, hasilnya Indonesia takluk 1-1 (3-4 penalti).
Indonesia akhirnya mampu meraih kemenangan perdana atas Malaysia pada pertandingan semifinal SEA Games 2013 di Myanmar.
Apabila melihat ke belakang dari sejarah pertemuan Indonesia dan Malaysia di SEA Games, keduanya telah bersua sebanyak 15 kali dan Indonesia dan Malaysia berbagi hasil imbang sama-sama meraih tujuh kali kemenangan, sementara satu laga sisanya berakhir imbang
Rekor Pertemuan Indonesia vs Malaysia di SEA Games: 
1977: Indonesia 2-1 Malaysia (penyisihan)
1979: Indonesia 0-0 Malaysia (penyisihan)
1979: Indonesia 0-1 Malaysia (final)
1985: Malaysia 1-0 Indonesia (perebutan perunggu)
1987: Indonesia 1-0 Malaysia (final)
1989: Malaysia 2-0 Indonesia (penyisihan)
1991: Indonesia 2-0 Malaysia (penyisihan)
1995: Indonesia 3-0 Malaysia (penyisihan)
1997: Indonesia 4-0 Malaysia (penyisihan)
1999: Indonesia 6-0 Malaysia (penyisihan)
2001: Malaysia 2-1 Indonesia (penyisihan)
2005: Malaysia 1-0 Indonesia (perebutan perunggu)
2011: Malaysia 1-0 Indonesia (penyisihan)
2011: Malaysia (4) 1-1 (3) Indonesia (final)
2013: Indonesia (4) 1-1 (3) Malaysia (semifinal)

Jumat, 29 November 2013

Spanyol Sudah Siap dengan Teror Penonton di Brasil


Sebagai juara dunia, Spanyol sudah pasti akan jadi team to beat di Piala Dunia mendatang. Raul Albiol menegaskan timnya sudah siap dengan ejekan dan cemooh dari publik tuan rumah.

Spanyol sudah lima tahun terakhir menguasai jagad sepakbola dengan dua gelar Piala Eropa serta satu titel Piala Dunia. Belum ada tim yang bisa menyamai mereka dan tak ayal Spanyol pun selalu jadi pembicaraan di penjuru dunia.

Apalagi mereka mampu mempertontonkan sepakbola indah yang dikenal dengan tiki-taka dan mampu menghibur publik sepakbola. Tapi jelas dominasi seperti ini menimbulkan kebosanan karena fans pasti ingin ada tim yang bisa mendongkel Spanyol dari puncak dunia.

Sebenarnya Brasil sudah bisa melakukannya di Piala Konfederasi lalu kala menang 3-0 di final atas Spanyol. Tapi tetap turnamen itu tak sama gengsinya dengan Piala Dunia yang akan dihelat di musim panas mendatang.

Jelas dengan Brasil jadi tuan rumah dan pemegang trofi Julies Rimet terbanyak, publik tuan rumah ingin melihat Spanyol kehilangan status juara dunianya. Berbagai cara boleh jadi akan dilakukan termasuk dengan teror dari penonton setiap Spanyol bermain.

Spanyol tak gentar dengan hal itu dan merasa sambutan penonton kepada mereka adalah wajar, mengingat banyak tim yang ingin mengalahkan khususnya Brasil. Ini artinya Spanyol masih jadi favorit kuat juara di turnamen mendatang.

"Biarkan saja mereka mengejek dan meneror kami -- itu karena mereka melihat kami sebagai favorit. Justru aneh ketika mereka mengapresiasi atau mendukung kami," ujar Albiol seperti dikutip situs resmi FIFA.

Kamis, 28 November 2013

Doping, Hasil Balap Anthony West Selama 18 Bulan Terakhir Dicoret


Anthony West terbukti mengonsumsi obat terlarang dan dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan olahraga. Dia disanksi pencekalan plus dihapus seluruh hasil balapan selama 18 bulan terakhir.

Hasil tes urine West yang terbukti positif doping sebenarnya sudah didapat pada Mei 2012 lalu. Terbukti menggunakan obat terlarang jenis methylhexaneamine, dia lantas dihukum larangan membalap selama sebulan pada Oktober tahun yang sama.

Setelah menjalani hukuman, rider asal Australia itu kembali tampil di ajang Moto2 musim ini. Bergabung dengan QMMF Moto2 Tim, dia menjadi partner pebalap asal Indonesia Rafid Topan Sucipto.

Namun Badan Anti Doping lantas membawa kasus West ke pengadilan banding olahraga, mereka menuntut mantan pebalap MotoGP itu dihukum larangan membalap selama 24 bulan.

Tuntutan Badan Anti Doping tak sepenuhnya dituruti pengadilan banding olahraga, namun hukuman lebih berat tetap dijatuhkan pada West. Dia dikenai larangan membalap selama 18 bulan, dengan masa potong hukuman yang sudah dijalani pada Oktober 2012 lalu.

Karena hukuman tersebut berlaku surut, makan seluruh hasil balapan yang diraih West selama 18 bulan terakhir langsung dicoret. Rentetannya dimulai dari 20 Mei 2012 sampai 19 Oktober 2013, termasuk di dalamnya adalah finis di atas podium pada balapan di Sepang dan Phillip Island tahun lalu. Demikian dikutip dari Autosport.

Rabu, 27 November 2013

Erick Thohir Rencanakan Beli Klub Lagi


Setelah memiliki saham mayoritas FC Internazionale, Erick Thohir mengungkapkan rencana untuk membeli klub lain dalam waktu dekat.

Diungkapkan pengusaha asal Indonesia tersebut, memiliki klub lain merupakan hal yang cukup menarik perhatiannya.

Namun, Thohir menegaskan dirinya tak akan mengakusisi klub Eropa karena ada aturan yang melarang hal tersebut.

"Saya tak akan membeli klu Eropa karea ada regulasi terkait partisipasi di Liga Champions Eropa," ungkap Thohir.

"Tapi membeli klub lain yang berada di benua berbeda adalah hal yang sangat memungkinkan," ungkapnya.

Saat ini Thohir tercatat sudah memiliki hak kepemilikan dari klub MLS DC United dan Persib Bandung, juga klub NBA Philadeplhia 76ers.

Selasa, 26 November 2013

Pesawat Manchester United Nyaris Celaka Ketika Mendarat


Penerbangan ke Cologne, Selasa (26/11/2013) malam waktu setempat, bisa jadi adalah salah satu penerbangan yang ingin dilupakan para penggawa Manchester United. Mereka mengalami kejadian tidak mengenakkan ketika hendak mendarat.

Pesawat Monarch Airbus 321 yang membawa seluruh skuat 'Setan Merah' itu hendak mendarat di landasan ketika sang pilot menyadari bahwa ada pesawat lainnya di runway.

Sang pilot kemudian membawa pesawat itu terbang lagi, sesaat sebelum pesawat itu menyentuh landasan. Mereka kemudian berputar-putar selama 10 menit sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.

"Itu sungguh menakutkan."

"Kapten pesawat kemudian meminta maaf lewat intercom atas apa yang terjadi dan kami mendarat dengan selamat," kata seseorang dari dalam klub kepada Manchester Evening News.

Bek United, Rio Ferdinand, juga menyampaikan ketegangan itu lewat akun Twitter-nya.

"Mendarat di Jerman.. Baru saja menarik napas lega setelah pendaratan yang berat," tulisnya.

United terbang ke Jerman untuk menghadapi Bayer Leverkusen dalam laga lanjutan Liga Champions Grup A. Baik United maupun Leverkusen sama-sama masih punya peluang besar untuk lolos dari babak grup.

Minggu, 24 November 2013

Soal FIFA Ballon d'Or, Bale: Tak Ada yang Mendekati Performa Ronaldo


Pesepakbola Real Madrid asal Wales Gareth Bale, tak ragu sama sekali kalau Cristiano Ronaldo, yang merupakan rekan satu klubnya, pantas meraih FIFA Ballon d'Or tahun ini. Menurut Bale, tak ada yang bisa menyaingi performa Ronaldo saat ini.

Ronaldo adalah satu dari tiga nama kandidat terdepan peraih FIFA Ballon d'Or tahun ini. Pemain asal Portugal itu diyakini mesti bersaing ketat dengan Franck Ribery (Prancis/Bayern Munich) yang meraih treble bersama klubnya musim lalu dan kemudian Lionel Messi (Argentina/Barcelona) yang meraih gelar bergengsi tersebut selama beberapa waktu terakhir.

"Buat saya Ronaldo adaalah pemain terbaik di dunia dan saya rasa saat ini tak ada yang mendekati performanya. Dia pantas mendapatkan penghargaan itu," kata Bale di Marca.

"Gol-gol dan penampilannya, khususnya mengingat besarnya tekanan yang ia dapat, khususnya di Portugal (dalam fase playoff Piala Dunia) tempo hari, sudah menunjukkan bahwa dirinya benar-benar dia pemain kelas dunia sejati," pujinya.

Bale, yang diboyong Madrid dari Tottenham Hotspur pada pada bursa transfer musim panas, tampaknya memang amat terkesan dengan rekan setimnya itu.

"Dia menyemangati saya di setiap pertandingan, memberi saya kepercayaan diri. Dia banyak membantu saya di dalam dan di luar lapangan."

"Kami menikmati bermain bersama-sama, dan saya pikir gol dan assist yang lahir telah menunjukkan bahwa kami bermain bareng dengan baik. Masih banyak yang dapat kami buat dan semoga dengan melakukannya kami bisa sukses musim ini," tutur Bale.

Sabtu, 23 November 2013

Francois Gallardo: Tahun Depan, Lionel Messi Tinggalkan Barcelona





Agen FIFA, Francois Gallardo, melaporkan sebuah kabar yang cukup mengejutkan. Bintang Barcelona Lionel Messi disebutnya akan meninggalkan Camp Nou pada tahun depan.

Pernyataan Gallardo itu disampaikan di Punto Pelota, sebuah acara televisi sepakbola yang cukup terkenal di Spanyol.

"Selama satu bulan, hubungan antara penasihat Messi dan klub renggang. Sang pemain merasa dikhianati dan sudah memutuskan akan hengkang pada akhir musim," ujar Gallardo, seperti dikutip Football Espana.

"Faktanya, ia sudah meraih kesepakatan lisan dengan tim lain, dan mulai Februari atau Maret, mereka akan memulai rencana transfer."

"Pada akhir September, yakni dua bulan lalu, pemain Blaugrana dan agennya bertemu dengan Barca. Sang pemain menginginkan adanya revisi dalam kontraknya dengan klub Catalan yang menjamin akan memenuhinya."

"Kenaikan [nilai kontrak] disepakati. Namun, setelah satu bulan, klub bertemu dengan dia dan menjelaskan kalau mereka tidak bisa memenuhi hal itu."

Menurut Gallardo, keputusan Messi untuk pergi sudah bulat.

"Keputusan sudah diambil. Leo Messi akan meninggalkan Barca pada akhir musim. Ia akan pergi ke negara yang sangat dekat dengan kami [Spanyol]," ujarnya lagi.

Jumat, 22 November 2013

Mereka yang Pantas dan Tidak





Kualifikasi Piala Dunia sudah berakhir. 820 laga sudah dijalani 206 negara anggota FIFA, termasuk juara bertahan Spanyol. Untuk pertama kalinya kali ini, juara bertahan diharuskan untuk mengikuti fase kualifikasi dan hanya tim tuan rumah yang mendapat jatah lolos otomatis ke putaran final. Babak kualifikasi Piala Dunia 2014 dimulai dengan pertandingan antara Belize melawan Montserrat yang dimenangi Belize dengan skor 5-2 serta diakhiri dengan hasil imbang 0-0 antara Uruguay dan Yordania.

32 negara sudah dipastikan ambil bagian tahun depan dan negara kita, masih belum beruntung. Bukan soal nasib semata, tentunya, tetapi ini lebih soal usaha yang masih jauh dari harapan. Kita, Indonesia, belum bisa lolos ke Piala Dunia karena kita memang tidak (atau belum?) pantas berada di sana. Sisi positifnya, untuk kita yang masih terus menjaga optimisme, adalah bahwa selalu masih ada kesempatan berikutnya dan kita bisa terus berbenah, walau entah sampai kapan.

Bicara soal kepantasan tampil di Piala Dunia, berarti bicara soal kualitas persepakbolaan suatu negara. Babak play-off zona Eropa kemarin menghadirkan kembali perdebatan soal siapa yang layak dan siapa yang tidak. Dalam konteks ini, kita bicara soal Prancis (baca: Franck Ribéry), Meksiko, Swedia (baca: Zlatan Ibrahimovic), dan Portugal (baca: Cristiano Ronaldo). Perdebatan soal siapa yang layak dan tidak pada akhirnya mengerucut kepada empat negara ini, karena negara-negara lain yang dianggap layak, sudah memastikan diri lolos sebelumnya.

Kita mulai dari Prancis. Negara ini memang negara sepak bola. Mereka bisa secara konsisten menghasilkan pemain-pemain berkelas yang berlaga di berbagai liga top Eropa. Liga mereka, Ligue 1, meskipun bukan merupakan liga terbaik di Eropa, adalah salah satu liga dengan produk terbaik. Tidak perlu disebutkan siapa saja produk terbaru mereka. Semua pasti sudah hafal di luar kepala.
Pertanyaannya adalah, meski dihuni pemain-pemain terkenal, apakah timnas mereka cukup baik untuk berlaga di putaran final Piala Dunia?

Sejak tampil di final Piala Dunia 2006, prestasi timnas Prancis belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Piala Dunia 2010 menjadi titik nadir prestasi Prancis di abad ke-21 ini. Prancis memang tersingkir cepat di Piala Dunia 2002, tetapi setidaknya, penampilan mereka kala itu tidak seburuk di 2010. Di Piala Dunia 2010, penampilan mereka begitu loyo dan mereka seperti tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Raymond Domenech sudah kehilangan kendali atas ruang gantinya dan akibat dari hal itu sangat fatal.

Usai penampilan yang tak kalah mengecewakan di Piala Eropa 2012, Prancis harus melakoni fase kualifikasi Piala Dunia. Mereka mungkin sial karena harus berada satu grup dengan Spanyol. Dalam perspektif counterfactual history, Prancis bisa saja lolos otomatis sebagai juara grup jika saja mereka tidak segrup dengan Spanyol. Mereka akhirnya finis di peringkat kedua dan harus melakoni babak play-off kontra Ukraina. Prancis akhirnya berhasil lolos setelah menang agregat 3-2 atas Ukraina, tetapi, pertanyaan soal kepantasan tersebut tak kunjung hilang.

Apakah Prancis pantas? Ya, mereka pantas. Setidaknya mereka pantas diberi kesempatan. Mereka memiliki pemain-pemain yang bagus dan akan dirindukan oleh khalayak di pentas seakbar Piala Dunia. Mereka juga memiliki pemain-pemain muda menjanjikan seperti Kurt Zouma, Raphael Varane, Lucas Digne, Geoffrey Kondogbia, Florian Thauvin, dan Paul Pogba yang setidaknya bisa menjadi alternatif harapan tatkala senior-senior mereka tak mampu lagi berbuat banyak. Jika saya ditanyai 100 kali apakah Prancis pantas ke Piala Dunia, maka saya akan menjawab ‘Ya’ sebanyak 100 kali pula.

Kemudian Meksiko. Negara ini menunjukkan tren menurun dalam dua tahun ke belakang di zona Concacaf. Tadinya, mereka adalah negara yang paling ditakuti di zona Amerika Utara, namun sekarang, Amerika Serikat lah negara sepak bola terbesar di zona tersebut. Keberadaan Juergen Klinsmann, disebut-sebut membuat Amerika Serikat selalu yakin untuk meraih kemenangan di setiap laga.
Meksiko, meski dihuni pemain-pemain yang cukup berkualitas, seperti kesulitan untuk menuntaskan kualifikasi lebih cepat. Di momen-momen terakhir, mereka bahkan harus ‘berterima kasih’ kepada rival bebuyutan mereka, Amerika Serikat yang berhasil menjungkalkan saingan utama Meksiko untuk tempat play-off, Panama, di menit-menit akhir.

Meksiko memang akhirnya lolos ke babak play-off dan mereka juga sudah berhasil memastikan diri lolos ke putaran final setelah mengalahkan wakil Oseania, Selandia Baru dengan agregat 9-3. Selandia Baru, meskipun merupakan tim terkuat di Oseania, tentunya di atas kertas bukan lawan sepadan bagi Meksiko. Jika Meksiko menang, itu bukan suatu hal yang besar. Mereka memang seharusnya menang, kalau perlu dengan margin besar seperti yang sudah mereka lakukan.

Meksiko mungkin tidak seburuk yang kita bayangkan. Mereka tetap pantas untuk berlaga di Piala Dunia karena mereka memang masih menjadi salah satu wakil terbaik yang bisa dikirimkan oleh Concacaf. Menilik kualitas pemain yang dimiliki, rasanya Meksiko masih akan bisa berbuat banyak dibandingkan dengan Panama atau Jamaika. Meksiko, menilik performa mereka di Olimpiade 2012, rasanya bisa memberi harapan akan sebuah penampilan yang baik di putaran final sebuah turnamen.

Kemudian kita beralih ke dua tim yang paling sering dibahas di fase play-off lalu, Swedia dan Portugal. Mau bagaimanapun juga, Swedia dan Portugal adalah soal Zlatan dan Ronaldo. Tidak bisa dielakkan lagi bahwa ini memang soal mereka berdua dan 44 pemain lain yang terlibat di sana hanya bersifat komplementer. Faktanya adalah, Portugal lolos dan Swedia tersingkir. Zlatan Ibrahimovic, salah satu pesepakbola terbaik di planet ini harus menerima kenyataan bahwa ia gagal tampil di Piala Dunia yang mungkin akan menjadi Piala Dunia terakhirnya.
Pertanyaannya serupa. Apakah Portugal lebih pantas lolos dibanding Swedia?

Jawabannya lagi-lagi ‘ya’. Portugal, terlepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang menjadi sorotan utama, secara keseluruhan lebih pantas lolos ke Piala Dunia. Tim Portugal memang lebih bagus dibanding Swedia, walaupun dalam penampilan pada babak kualifikasi, kedua tim sama-sama menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. Portugal, khususnya, belum juga berhasil menunjukkan permainan yang menjanjikan dan masih belum mampu lepas dari bayang-bayang tim golden generation mereka.
Namun pada akhirnya, semua tim sudah melalui ujian yang sesuai dengan kemampuan mereka. Demikian pula dengan Portugal, Prancis, dan Meksiko. Mereka semua sudah lulus dan sudah menunjukkan bahwa mereka pantas berada di Brasil tahun depan.


Prestasi tim nasional merupakan muara dari keseluruhan proses persepakbolaan yang dilakukan suatu negara. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui di sini, mulai dari pembinaan pemain muda sampai penyelenggaraan kompetisi, mulai dari pembinaan pelatih dan wasit sampai dengan tim nasional. Semua berjalan secara kolektif dan simultan. Semua tahapan memiliki urgensi dan tingkat kepentingan yang sama. Lalu ketika kita bicara soal kepantasan mereka ada di Piala Dunia, sesungguhnya kita bicara soal hal ini.

Mengapa mereka bisa berlaga di Piala Dunia? Karena mereka memang pantas. Mengapa mereka pantas? Karena sepak bola mereka bagus. Mengapa sepak bola mereka bagus? Karena mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik. Mengapa mereka bisa melakukan apa yang seharusnya dengan baik? Karena mereka sadar betul bahwa sepak bola bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam semalam.

Lalu ketika kita sangkutkan dengan kondisi sepak bola kita, maka persoalan kita yang paling mendasar adalah bahwa kita belum memiliki kesadaran tersebut.


Kamis, 21 November 2013

Belum Genap Setahun, Timnas Indonesia Sudah Ganti Pelatih Empat Kali


Pergantian pelatih kembali terjadi di tubuh Timnas Indonesia. Meski gelaran babak kualifikasi Piala Asia 2015 belum selesai, namun PSSI selaku induk federasi sepak bola di Indonesia telah mengganti pelatih sebanyak empat kali.
Gejolak di kepengurusan PSSI membuat organisasi pimpinan Djohar Arifin Husin itu sering kali melakukan pergantian pelatih. Awalnya Nilmaizar yang memimpin skuat ‘Garuda’ di laga babak kualifikasi Piala Asia melawan Irak pada 6 Februari.
Setelah era pelatih kelahiran Sumatera Barat itu, PSSI kemudian menyerahkan tongkat pelatih kepada Luis Manuel Blanco. Sayang, belum sempat meracik strategi di laga menghadapi Arab Saudi pada 23 Maret 2013, mantan pemain Boca Juniors itu didepak.
Praktis di laga melawan Arab Saudi, Indonesia dilatih oleh duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago. Setelah laga itu, Badan Tim Nasional (BTN) menugaskan kepada RD untuk menangani timnas U-23, sementara Jacksen menukangi timnas senior.
Jacksen F. Tiago mulai menangani Timnas Indonesia di pertandingan melawan Belanda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 7 Juni 2013.Hasilnya, skuat 'Garuda' menelan kekalahan 0-3.
Menangani Timnas Indonesia, pencapaian Jacksen F. Tiago dapat dibilang bagus. Skuat ‘Garuda’ dibawanya meraih poin perdana di babak kualifikasi Piala Asia 2015. Timnas Indonesia menahan imbang Cina 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 15 Oktober 2013.
Pelatih asal Brasil itu melatih Boaz Solossa dan kawan-kawan di enam pertandingan, hasilnya 2 kali menang, satu kali imbang, dan tiga kali kalah. Dia menyelesaikan, tugasnya setelah pertandingan melawan Irak di SUGBK pada Selasa (19/11/2013).
Ketua BTN La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, seringnya pergantian pelatih di timnas Indonesia, terjadi karena pihaknya belum menemukan pelatih terbaik yang sesuai dengan keinginan PSSI.
“Mana carikan dong, tolong carikan siapa, kalau nyatanya terus kita mencari, mencari yang terbaik. Syarat utama pelatih, program dan kesuksesan yang harus bagus,” kata La Nyalla ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2013).
Setelah era Jacksen F Tiago, kini PSSI memproyeksikan pelatih asal Austria, Alferd Riedl untuk kembali melatih timnas Indonesia. Sebelumnya Riedl pernah menangani skuat ‘Garuda’ di Piala AFF 2010. Hasilnya, Indonesia hanya meraih posisi runner-up.
Indonesia masih menyisakan satu laga pada babak kualifikasi Grup C Piala Asia 2015, yakni melakukan lawatan ke Arab Saudi pada 5 Maret 2014. Untuk sementara, Indonesia berada di posisi juru kunci, hanya mengumpulkan satu poin dari lima pertandingan.